in ,

Tanpa Bantuan, Kisah Pemuda Bawa Jenazah Ibu Pakai Sepeda Ini Menyayat Hati

CakapCakap – Cakap People, kisah memilukan ini pasti mengoyak hati nurani. Peristiwa memilukan terjadi di negara bagian India, Odisha distrik Jharsuguda. Saroj berusia 17 tahun memakamkan jenazah ibunya, Janki Sinhania sendirian.

Remaja ini terlihat mendorong sepeda dan terdapat seseuatu di boncengannya. Pada bagian belakang sepedia, ditambahi alas bambu agar mirip seperti tempat tidur. Ternyata, ia menata sepeda sedemikian rupa agar bisa membawa ibunya yang telah meninggal. Di atas alas tersebut, Saroj meletakkan ibunya yang tidak lagi bernyawa lalu ditutupi menggunakan kain.

Ilustrasi pemakaman, via merdeka.com

Janki meninggal lantaran terpeleset saat mengambil air. Begitu mengetahui apa yang terjadi pada ibunya, Saroj kemudian mencoba menghubungi kerabat serta tetangga untuk meminta bantuan mereka dalam melakukan kremasi pada ibunya. Sayangnya respon tidak enak justru didapat olehnya. Jangankan membantu, baik kerabat ataupun warga desa dilaporkan tidak mau menyentuh jenazah ibu Saroj.

Hingga akhirnya pemuda itu mengandalkan sepeda untuk memakamkan jenazah ibunya. Dengan bersepeda, ia pergi menempuh jarak 4 sampai 5 kilometer untuk menuju hutan. Di dalam hutan, Saroj ingin melakukan ritual pemakanan ibunya.

Janki merupakan seorang janda selama 10 tahun dengan suami yang berasal dari distrik Sundergarh. Suaminya tersebut meninggal ketika Saroj berusia 7 tahun. Sepeninggal suami, Janki menjadi orangtua tunggal untuk Saroj dan adik perempuannya. Saat ini, Saroj serta adik perempuannya hidup tanpa kedua orang tua mereka.

Adapun perjalanan Saroj yang mengantarkan ibunya menuju peristirahatan terakhir, mengundang perhatian banyak orang. Banyak dari warga bertanya mengenai jenazah yang dia antarkan menggunakan sepeda tersebut. Meski demikian, tidak ada satupun dari mereka yang berinisiatif dalam membantu Saroj. Adapun alasannya adalah karena Saroj berasal dari kasta yang lebih rendah.

Soraj membawa jenazah ibunya pakai sepeda via dream.co.id

Pejabat Jharsuguda Bibhuti Bhusan Patnaik menyatakan jika ia tidak mengetahui perihal insiden tersebut. Patnaik berjanji untuk memberikan respon yang adil setelah melakukan penyelidikan atas peristiwa memilukan yang dialami oleh remaja tersebut.

Sistem kasta di India sendiri, telah berlangsung selama 3.000 tahun. Meski konstitusi telah melarang diskriminasi sejak tahun 1950, namun sistem kasta masih diberlakukan di sejumlah desa  kecil yang ada di negara tersebut.

Miris bukan kisah Saroj dengan ibunya ini, Cakap People? Sangat bersyukur mengingat di Indonesia status ataupun kasta bukan jadi soal untuk memeperlakukan sesama. Kisah tersebut tentu perlu dikritisi dan harus mendapatkan perhatian hingga tak ada lagi kejadian serupa yang menyayat hati.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Mengharukan! Lady Gaga Menangkan Oscar Pertamanya. Congrats!

Coba Bikin Bakso Sapi Buatan Sendiri yuk, Mudah dan Lezat!