CakapCakap, Jakarta – Sekretaris Dewan PSI Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait unggahan di media sosial soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) di Masjid UGM. Grace dilaporkan bersama-sama dengan mantan kader PSI Ade Armando dan konten kreator Permadi Arya alias Abu Janda.
Cakap People! Pelaporan dilakukan oleh 40 organisasi masyarakat (ormas) muslim yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama. Saat itu, pidato JK menjelaskan perihal konflik di Poso dan Ambon sebagai refleksi atau pelajaran terkait pentingnya menjaga kerukunan umat beragama.
Aliansi menilai Grace, Ade Armando dan Abu Janda menyebarkan pernyataan JK yang terpotong. Sehingga, memunculkan konklusi bernada negatif yang menimbulkan keresahan antarumat beragama, seperti dikutip dari Medcom.id, Kamis, 7 April 2026.
Sebenarnya, siapa Grace Natalie? Berikut adalah profil lengkapnya:
Profil dan pendidikan Grace Natalie

Grace Natalie lahir di Jakarta pada 4 Juli 1982. Dia mengenyam pendidikan menengah atas di SMAK 3 BPK Penabur Jakarta.
Dia merupakan lulusan S1 jurusan Akuntansi dari Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBII). Semasa kuliah, ia kerap mengajar sebagai asisten dosen untuk sejumlah mata kuliah.
Tercatat, Grace juga pernah menempuh pendidikan Master of Public Administration di National University of Singapore (2021) dan dan Master of Business Administration di Singapore Management University (2023).
Perkenalannya dengan dunia jurnalistik dimulai ketika SCTV menyelenggarakan kompetisi SCTV Goes to Campus untuk mencari bibit-bibit muda berbakat.
Grace mengikuti kompetisi tersebut dan meraih kemenangan untuk wilayah Jakarta. Dia menduduki peringkat lima besar ketika ditandingkan di tingkat nasional. Sejak saat itu, Grace mulai masuk ke dunia pertelevisian.
Karier jurnalis
Setelah menyelesaikan kuliah, SCTV langsung merekrut Grace. Di sana, ia menjadi salah satu penyiar Liputan 6.
Pada tahun-tahun pertama sebagai jurnalis, Grace turun ke lapangan meliput berbagai peristiwa, mulai dari berita kriminal, politik, ekonomi, dan peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat.
Awalnya, ia mengaku sulit beradaptasi dengan dunia pertelevisian yang sangat dinamis dengan jam kerja tidak menentu. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya, bahkan pengalaman itu membuat dia semakin jatuh cinta pada dunia jurnalistik.
Dalam waktu tiga tahun kariernya makin menanjak dan sempat berpindah-pindah stasiun TV. Tercatat, Grace pindah ke ANTV, dan tak lama kemudian ke tvOne mengikuti seniornya, Karni Ilyas.
Ketika bekerja di tvOne, Grace mengikuti kursus kilat di Maastricht School of Management, Belanda pada Januari hingga April 2009. Grace pernah beberapa kali melakukan wawancara ekslusif dengan tokoh-tokoh internasional seperti Abhisit Vejjajiva (Perdana Menteri Thailand), José Ramos-Horta (presiden Timor Leste), Steve Forbes (CEO Majalah Forbes), George Soros, dll.
Tak hanya bertugas di studio, Grace juga masih sering turun ke lapangan melakukan peliputan, termasuk peristiwa-peristiwa yang berisiko. Ia pernah ditugaskan meliput tragedi tsunami Aceh pada akhir 2004, meletusnya Gunung Talang di Sumatera Barat yang saat itu tengah berstatus “Awas”, dan konflik horizontal di Poso, Sulawesi Tengah.
Pada Agustus 2009, ia juga meliput penggerebekan teroris di Temanggung, Jawa Tengah di mana terjadi tembak menembak antara polisi dengan teroris.
Di dunia maya, Grace adalah salah satu pembawa acara berita terfavorit. Popularitasnya ditunjukkan lewat gelar Anchor of the Year 2008 dan Runner Up Jewel of the Station 2009 versi blog News Anchor Admirer. Dia juga terpilih sebagai salah satu dari 100 wanita terseksi 2009 versi FHM Indonesia.
Pada Juni 2012, Grace Natalie meninggalkan tvOne untuk menjadi CEO Saiful Mujani Research and Consulting.
Banting setir ke politik hingga jadi komisaris BUMN

Pada tahun 2014, Grace banting setir dan masuk ke dunia politik. Dia menjadi salah satu pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan ketua umum pertama (2014–2021).
Saat menjadi ketua umum, Grace membawa PSI mendapatkan 3 juta suara nasional di pemilu perdananya. Saat ini, Grace menjabat sebagai Sekretaris Dewan PSI.
Grace juga pernah ditunjuk oleh Presiden ke-7 Joko Widodo sebagai Staf Khusus Presiden. Jabatan itu dia emban sejak Mei 2024.
Pada Juni 2024, Grace ditetapkan sebagai Komisaris MIND ID, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia. Penetapan berdasarkan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Kini, Grace tidak lagi aktif di parpol. Sebab, ada peraturan yang tak membolehkan pengurus partai politik (parpol) memegang jabatan direksi BUMN.
Cakap People! Larangan itu tertuang dalam PP Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan, dan Pembubaran BUMN. Meski begitu, Grace tetap aktif menyuarakan opininya melalui media sosialnya.
