in ,

Kecanduan Video Game Segera Ditetapkan Sebagai Penyakit Resmi oleh WHO

CakapCakap – WHO segera membuat keputusan kecanduan video game menjadi penyakit resmi. Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) bakal mengadakan pemungutan suara minggu ini untuk menentukan bisa atau tidaknya kecanduan video game ini dijadikan sebagai penyakit resmi.

Melansir The Telegraph, Selasa, 21 Mei 2019, pemungutan suara datang dengan kumpulan bukti yang menunjukkan para gamer muda menghadapi tekanan psikologis sebagai akibat dari perilaku adiktif terkait dengan video game seperti Fortnite.

Ilustrasi. (Source)

Pemindaian MRI telah menunjukkan hubungan antara depresi dan kecanduan video game, serta cara video game yang adiktif dapat memiliki efek yang sama pada otak anak-anak seperti penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

Tahun lalu, WHO membuat keputusan bahwa bermain video game sebagai gangguan medis sebagai bagian dari revisi ke 11 dari Klasifikasi Penyakit Internasional.

Gangguan bermain game didefinisikan oleh WHO sebagai “pola perilaku bermain yang ditandai dengan gangguan kontrol terhadap permainan”, di mana pengguna memberikan prioritas yang lebih tinggi untuk bermain game daripada aktivitas sehari-hari lainnya.

Ilustrasi. (Source)

Ini menekankan bahwa game menjadi gangguan jika diteruskan “meskipun terjadi konsekuensi negatif” di bidang kehidupan lainnya.

Menyusul klasifikasi sebagai gangguan, permintaan dari orang tua menyebabkan pusat kecanduan game yang didanai NHS  dari Inggris pertama kali diumumkan, tetapi anak-anak yang diberi tahu bahwa mereka dapat mencari pengobatan harus menunggu karena fasilitas tersebut menghadapi keterlambatan parah.

Para pecandu permainan video game kepada The Telegraph mengklaim hidup mereka tidak akan “berantakan” jika pusat-pusat kecanduan dihidupkan dan dijalankan.

Ilustrasi. (Source)

Sebuah keputusan yang mendukung membuat kecanduan video game sebagai penyakit resmi kemungkinan akan menghadapi tekanan balik. Asosiasi Pengembang Game Internasional nirlaba sebelumnya telah memperingatkan bahwa akan menegur keputusan apa pun yang mengklasifikasikan game sebagai gangguan.

Raksasa permainan seperti Microsoft telah mengklaim bahwa mereka berusaha untuk menempatkan kontrol lebih banyak di tangan orang tua atas berapa banyak waktu yang dapat dihabiskan oleh anak-anak mereka untuk bermain game.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Berikut Bahan Alami untuk Kembalikan Napas Jadi Segar!

Ini Dia Gerakan Pendinginan yang Wajib Dilakukan Usai Olahraga Lari!