CakapCakap – Cakap People! Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya kini sedang melacak penyebaran hantavirus di pesawat. Pasalnya, salah satu penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal akibat hantavirus. Dia dilaporkan sempat melakukan penerbangan ke Johannesburg, Afrika Selatan.

Maskapai Airlink menyebut ada sebanyak 82 penumpang dan enam awak berada dalam pesawat pada 25 April. Penerbangan menghubungkan pulau Saint Helena dan Johannesburg.
Salah satu penumpang adalah seorang perempuan Belanda yang suaminya meninggal akibat virus di kapal pesiar. Dalam sebuah pernyataan, WHO menyebut kondisinya “memburuk selama penerbangan ke Johannesburg”.
Karena kondisi ini, WHO pun melacak hantavirus di pesawat. Krononologinya, perempuan ini meninggalkan kapal di Saint Helena dengan “gejala gastrointestinal” pada 24 April.
Dia kemudian terbang keesokan harinya lalu meninggal saat tiba di unit gawat darurat rumah sakit Johannesburg pada 26 April.
Sebuah tes diinisiasi pada 4 Mei untuk hantavirus. Tes pun menunjukkan hasil positif.
“Pelacakan kontak untuk penumpang di penerbangan tersebut telah dimulai,” kata WHO seperti dilaporkan AFP.
Pihak berwenang Afrika Selatan telah meminta maskapai untuk memberi tahu para penumpang bahwa mereka harus menghubungi departemen kesehatan.
Sebelumnya, ditemukan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang mengangkut 147 orang dari 23 kewarganegaraan. Kapa tengah berlayar dari Ushuaia Argentina menuju Cape Verde saat kasus mulai muncul.
Hantavirus umumnya menular lewat kontak dengan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Namun WHO menduga ada potensi penularan antarmanusia.
Oleh karenanya, dilakukan pelacakan hanta virus di pesawat yang sempat ditumpangi salah satu penumpang kapal pesiar.
