CakapCakap – Cakap People! Hilangnya cokelat KitKat sebanyak 12 ton dalam pengiriman dari Italia ke Polandia menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan ini. Insiden tersebut bukan sekadar kejadian unik, melainkan bagian dari kejahatan terorganisasi yang kian meningkat di sejumlah negara.
Kasus pencurian dalam dunia kuliner rupanya sudah cukup sering terjadi. Tidak hanya menyasar makanan ringan milik produk ternama, tetapi lobster hingga buah-buahan juga pernah hilang dengan total kerugian mencapai puluhan miliar.

Dilansir dari detikFood, berikut 12 kasus pencurian makanan terbesar yang pernah menggegerkan dunia.
1. Sirup Maple
Pada 2011 – 2012, kasus pencurian makanan berskala besar pernah terjadi di Quebec, Kanada. Dalam peristiwa ini, pelaku berhasil mencuri sekitar 3.000 ton sirup maple dari cadangan global yang dikelola pemerintah setempat. Nilai kerugiannya ditaksir mencapai USD18,7 juta (sekitar Rp318 miliar).
Modus yang digunakan bisa dibilang sangat rapi. Mereka mengganti tong berisi sirup maple dengan air agar tidak terdeteksi saat pemeriksaan rutin. Oleh sebab itu, muncul dugaan bahwa pencurian ini melibatkan orang dalam yang mengetahui sistem distribusi.
Masih di wilayah yang sama, pada tahun 2018, dilaporkan pencurian 20.000 liter sirup mapel, dengan nilai jual lebih dari USD100.000 (sekitar Rp1,7 miliar). Sirup maple ini diambil dari gudang kargo, tempat di mana ratusan ribu liter sirup itu disimpan.
Di Kanada sendiri, popularitas sirup maple tidak terkalahkan, sering dijadikan pemanis atau topping pelengkap saat menikmati pancake dan waffle, sehingga tak heran jika kerap jadi incaran dalam aksi pencurian.
2. Minyak Zaitun
Di Houston, Amerika Serikat, minyak zaitun premium juga pernah menjadi sasaran pencurian besar pada 2024. Pelaku berhasil membawa kabur sekitar 18 truk minyak zaitun dengan total kerugian mencapai USD2,5 juta (sekitar Rp42,5 miliar).
Minyak zaitun sendiri sering disebut ‘emas cair’ karena harganya yang sangat tinggi di pasar global. Alih-alih mencari keuntungan besar, minyak zaitun hasil curian tersebut dilaporkan dijual kembali di pasaran dengan harga yang jauh lebih murah, hanya setengah harga normalnya saja.
3. Wine
Proses panjang mulai dari penanaman hingga penuaan (aging) di tong kayu ek selama bertahun-tahun, membuat harga jual wine bisa sangat tinggi. Bahkan, satu botolnya bisa dihargai hingga ratusan juta.
Hal itulah yang terjadi di Yountville, California, Amerika Serikat, di mana dua orang menyusup ke dalam restoran French Laundry mengambil 76 botol wine berkualitas tinggi dan super langka. Total kerugian yang ditaksir pun mencapai USD550.000 (Rp9,3 miliar).
4. Keju
Kembali terjadi, kasus pencurian makanan dalam skala besar kali ini melibatkan perusahaan keju artisan bernilai fantastis. Sebanyak 24 ton keju cheddar premium dilaporkan hilang dari Neal’s Yard Dairy di London, Inggris.
Total kerugian yang ditanggung oleh perusahaan tersebut pun tak main-main, mencapai Rp6,9 miliar. Berdasarkan dugaan, pencurian ini bermula dari aksi penipuan yang dilakukan seseorang yang menyamar sebagai distributor keju asal Prancis.
Pelaku akhirnya berhasil membawa kabur seluruh stok keju tanpa menimbulkan kecurigaan. Peristiwa ini pun sempat menarik perhatian banyak orang di media sosial, termasuk seorang chef selebriti, Jamie Oliver, yang turut menyampaikan keprihatinannya dan membantu menyebarkan informasi guna melacak keberadaan keju yang hilang tersebut.
5. Lobster
Masih di Amerika Serikat, kasus pencurian tak biasa kembali terjadi ketika pengiriman lobster bernilai fantastis dilaporkan hilang di tengah perjalanan. Total kerugiannya mencapai lebih dari USD400.000 (sekitar Rp6,8 miliar).
Awalnya, pengiriman tersebut berangkat dari gudang di Massachusetts dan seharusnya tiba di sejumlah gudang ritel besar di wilayah Midwest. Namun, hingga waktu pengantaran, muatan lobster itu tak pernah sampai tujuan.
Modus yang digunakan pelaku diketahui meliputi pemalsuan identitas sopir lengkap dengan dokumen resmi dan sistem komunikasi yang sulit dilacak. Kasus ini sempat melibatkan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk proses penyelidikannya.
6. Alpukat
Klik DI SINI untuk melanjutkan membaca, Cakap People!
