CakapCakap – Cakap People! Banyak dari kita yang terbangun pada pagi hari, menatap cermin, dan menghela napas saat melihat lingkaran gelap di bawah mata. Reaksi pertama biasanya adalah menyalahkan begadang semalam atau kurangnya waktu istirahat.
Kita pun bergegas mencari krim mata terlaris yang menjanjikan keajaiban instan. Namun, pernahkah kamu merasa bahwa meski sudah tidur cukup dan menghabiskan berbotol-botol serum, lingkaran hitam di bawah mata masih terlihat.

Ternyata, “mata panda” tidak sesederhana rasa lelah semata. Menurut seorang dokter spesialis kulit yang berbasis di Hyderabad, India, dr Praneeta Jain, memahami penyebab pasti adalah kunci sebelum memulai perawatan apa pun. Menurut dia, penggunaan krim tanpa mengetahui jenis lingkaran hitam yang dimiliki adalah tindakan yang sia-sia.
“Krim vitamin K tidak akan membantu jika masalah Anda adalah pigmentasi, dan serum pencerah tidak akan berguna jika masalahnya adalah kehilangan volume (cekungan),” ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times.
Berikut adalah berbagai penyebab mata panda dan cara mengatasinya:
1. Pigmentasi
Jenis pertama adalah lingkaran hitam berbasis pigmentasi. Warnanya biasanya cokelat atau cokelat tua dan sangat umum ditemui pada warna kulit Asia. Hal ini terjadi karena penumpukan melanin berlebih, yang bisa dipicu oleh faktor genetik, paparan sinar matahari, hingga kebiasaan menggosok mata.
Cara memastikannya cukup mudah yaitu tarik kulit bawah mata kamu dengan lembut. Jika warnanya tetap di kulit dan tidak bergeser, itu adalah pigmentasi. Untuk ini, dr Jain menyarankan penggunaan tabir surya setiap hari serta bahan aktif seperti vitamin C atau niacinamide.
2. Masalah struktur
Sering kali, apa yang kita sebut lingkaran hitam sebenarnya hanyalah bayangan. Seiring bertambahnya usia atau penurunan berat badan, bantalan lemak di bawah mata menyusut, menciptakan cekungan yang disebut tear trough.
“Tidak ada krim yang bisa mengembalikan volume. Untuk masalah struktural ini, filler bawah mata yang dilakukan oleh dokter berpengalaman adalah salah satu perawatan paling efektif,” ujar dr Jain dikutip dari sumber yang sama. Jika kamu terlihat lebih cerah saat mendongak ke atas, kemungkinan besar masalah kamu adalah struktur, bukan warna.
3. Garis demarkasi
Pernahkah kamu melihat garis tajam yang memisahkan area bawah mata dengan pipi? Ini disebut pigmentary demarcation lines. Ini bukanlah penyakit, melainkan variasi alami dari pigmentasi kulit Anda. Meski tidak bisa hilang sepenuhnya, penggunaan SPF yang konsisten dan prosedur klinis seperti laser toning dapat membantu menyamarkannya secara signifikan.
4. Kendurnya kulit efek penuaan
Kulit yang tampak kendur atau berkerut di bawah mata menciptakan lipatan yang menghasilkan bayangan gelap. Ini murni masalah penuaan. Solusinya bukanlah krim pencerah, melainkan bahan aktif yang merangsang kolagen seperti retinol atau perawatan klinis berbasis radiofrekuensi.
5. Masalah vaskular
Pernah melihat lingkaran mata berwarna kebiruan atau ungu? Ini adalah jenis vaskular. Kulit di bawah mata adalah yang paling tipis di seluruh wajah, sehingga pembuluh darah di bawahnya terlihat jelas saat sirkulasi melambat akibat dehidrasi atau kurang tidur.
“Krim mata yang mengandung kafein membantu dalam jangka pendek dengan menyempitkan pembuluh darah,” ujar dr Jain. Menariknya, bahan pencerah melanin tidak akan memberikan efek apa pun pada jenis ini.
6. Kombinasi
Sebagian besar orang tidak hanya memiliki satu jenis. Biasanya, lingkaran hitam adalah perpaduan antara pigmentasi, masalah vaskular, dan cekungan. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa tidak ada produk yang bekerja karena mereka hanya mengobati satu aspek saja.
Selain faktor luar, dr Jain mengingatkan bahwa kondisi internal tubuh memegang peranan vital. Anemia akibat kekurangan zat besi, alergi kronis, gangguan tiroid, hingga dehidrasi adalah pemicu utama yang sering diabaikan. Sebelum merogoh kocek dalam-dalam untuk prosedur kecantikan, ia menyarankan pembaca untuk memeriksa kadar hemoglobin dan fungsi tiroid mereka.
Pada akhirnya, lingkaran hitam di bawah mata adalah sebuah peta yang menceritakan kondisi kesehatan dan genetika kita. Alih-alih menutupinya dengan concealer tebal setiap pagi, mungkin inilah saatnya bagi kita untuk mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kulit kita.
