in

Bye Bye Pusing! Ini 5 Trik Rahasia Liburan Anti Jet Lag ala Traveler Pro

Gimana caranya atasi jet lag yang kamu alami?

CakapCakap, Makassar – Pernah gak sih kamu baru mendarat di negara impian, tapi badan rasanya lemas, kepala pusing, dan mata ngantuk berat di jam 12 siang? Padahal seharusnya kamu lagi semangat keliling kota. Nah, kondisi ini namanya jet lag.

Jet lag terjadi karena jam biologis tubuh kita (ritme sirkadian) masih tertinggal di zona waktu keberangkatan. Akibatnya, tubuh jadi bingung dan butuh waktu untuk adaptasi. Jangan sampai liburan mahalmu rusak cuma karena badan lemas. Yuk, simak trik rahasia ala traveler pro berikut untuk mengatasinya!

Seorang traveler membawa koper di bandara sebagai ilustrasi cara atasi jet lag.
ilustrasi seorang traveler membawa koper di bandara sebagai ilustrasi cara atasi jet lag. [Ilustrasi Foto: Atlantc Ambience via Pexels]

1. Lakukan Pre-Adjustment Sebelum Terbang

Para traveler pro tidak pernah cuek dengan jadwal tidur sebelum berangkat. Dua atau tiga hari sebelum hari-H penerbangan, mulailah menggeser jam tidurmu secara perlahan mengikuti zona waktu negara tujuan.

Jika kamu terbang ke arah timur (misalnya ke Jepang atau Amerika), cobalah untuk tidur 1 jam lebih cepat dari biasanya. Sebaliknya, jika kamu terbang ke arah barat (misalnya ke Eropa), mundurkan jam tidurmu 1 jam lebih lambat. Cara mencicil adaptasi ini bakal mengurangi efek syok pada tubuh saat mendarat nanti.

2. Atur Jam Tangan dan Manfaatkan Aplikasi Travel

Langkah kedua yang paling gampang adalah memanipulasi pikiran kita sendiri. Begitu kamu duduk di kursi pesawat, langsung ubah jam di ponsel atau jam tanganmu ke waktu negara tujuan.

Jika di tempat tujuan sudah menunjukkan waktu malam, usahakan untuk tidur selama penerbangan. Biar makin optimal, kamu bisa mengunduh aplikasi pembantu seperti Timeshifter atau Entrain. Aplikasi ini menggunakan algoritma khusus untuk memberi tahu kamu kapan harus mencari cahaya matahari dan kapan harus tidur berdasarkan rute penerbanganmu.

3. Minum Air Putih yang Banyak dan Hindari Kafein

Kabin pesawat itu punya kelembapan yang sangat rendah, mirip seperti gurun pasir. Kondisi ini bikin tubuh kita cepat mengalami dehidrasi. Dehidrasi parah bakal memperburuk gejala jet lag seperti pusing, mual, dan lelah luar biasa.

Banyak orang salah kaprah dengan minum kopi biar melek, atau minum alkohol biar cepat tidur di pesawat. Faktanya, kafein dan alkohol justru bikin tubuh makin dehidrasi dan merusak kualitas tidur. Jadi, pilihlah air putih hangat atau jus buah segar selama perjalanan dan hindari kafein sampai jam biologismu stabil.

Ilustrasi segelas air putih yang bisa kamu minum untuk mencegah dehidrasi dan mengurangi efek jet lag.
Minum air putih bisa bantu kamu cegah dehidrasi dan kurangi efek jet lag [Ilustrasi Foto: Stephan Müller via Pexels]

4. Berjemur dan Mencoba Teknik Grounding (Nyeker)

Sinar matahari adalah tombol reset alami terbaik untuk jam biologis tubuh manusia. Sinar matahari menekan produksi hormon melatonin (hormon ngantuk) di dalam tubuh. Jika kamu sampai di tujuan pada siang hari, jangan langsung rebahan di kasur hotel. Paksa dirimu keluar ruangan dan jalan kaki santai di bawah matahari.

Untuk hasil maksimal, cobalah melakukan teknik grounding, yaitu berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau tanah taman dekat hotel selama 10 menit. Banyak traveler dunia merasa cara ini sangat membantu mengembalikan energi tubuh dan menetralisir efek penat setelah belasan jam berada di dalam kapsul logam pesawat.

5. Mandi Air Hangat, Atur Kamar, dan Tahan Kantuk Hingga Jam Malam

Ini adalah tantangan terberat bagi para traveler. Rasa kantuk yang menyerang di sore hari memang sangat menggoda. Namun, kalau kamu menyerah dan tidur pukul 4 sore, kamu kemungkinan besar akan terbangun jam 1 pagi dengan kondisi segar bugar tapi kelaparan.

Tahan rasa kantukmu minimal sampai pukul 9 atau 10 malam waktu setempat. Begitu mendekati jam tidur lokal, mandilah dengan air hangat. Penurunan suhu tubuh secara perlahan setelah mandi air hangat akan memicu rasa kantuk alami yang kuat.

Jangan lupa untuk mengkondisikan kamar hotel sekondusif mungkin. Nyalakan AC pada suhu sejuk (sekitar 18–22 derajat Celcius), tutup rapat tirai jendela agar kamar benar-benar gelap, dan gunakan penutup mata (eye mask) atau sumbat telinga (earplugs) jika area sekitar hotel bising. Suasana kamar yang gelap dan tenang akan membantu otak memproduksi melatonin secara maksimal.

Kutipan Narasumber

“Kunci utama mengatasi jet lag adalah sinkronisasi ulang jam biologis tubuh dengan paparan cahaya dan aktivitas fisik. Jangan memanjakan rasa kantuk di siang hari tempat tujuan. Bergeraklah di bawah cahaya alami agar otak tahu kapan harus terjaga dan kapan harus mengistirikahkan tubuh secara optimal.”

— Dr. Andreas Prasadja, RPSGT (Pakar Kesehatan Tidur)

Kesimpulan

Jet lag memang hal yang lumrah dialami oleh para traveler yang melintasi zona waktu yang jauh. Namun, kondisi ini bisa diakali dengan persiapan yang tepat sejak sebelum berangkat hingga mendarat. Kuncinya ada pada hidrasi yang cukup, paparan sinar matahari, penyesuaian waktu tidur, pengkondisian kamar tidur yang nyaman, dan disiplin menjaga aktivitas sesuai waktu lokal. Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa langsung explore tempat wisata tanpa drama badan lemas dan pusing!

FAQ – Pertanyaan Seputar Jet Lag

Q: Berapa lama gejala jet lag biasanya hilang?

A: Umumnya tubuh membutuhkan waktu sekitar 1 hari untuk beradaptasi pada setiap perbedaan zona waktu 1-2 jam. Jadi, jika perbedaan waktu adalah 6 jam, tubuh biasanya pulih total dalam waktu 3 hingga 5 hari.

Q: Apakah obat tidur disarankan untuk mengatasi jet lag?

A: Penggunaan obat tidur kimiawi tidak disarankan tanpa resep dokter karena bisa mengganggu kualitas tidur alami. Sebagai alternatif, traveler pro lebih memilih suplemen melatonin alami atau mandi air hangat sebelum tidur.

Q: Mengapa terbang ke arah timur bikin jet lag lebih parah?

A: Terbang ke arah timur membuat waktu terasa berjalan lebih cepat. Secara biologis, tubuh manusia lebih mudah memperpanjang hari atau terbang ke arah barat daripada memotong waktu tidur.

Disclaimer: Artikel ini disajikan hanya sebagai informasi umum dan edukasi gaya hidup sehat. Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran medis profesional, diagnosis, atau perawatan medis dari dokter atau ahli kesehatan berwenang.

Cara menabung hewan kurban rutin setiap tahun tanpa beban

Nabung Rp8 Ribu Sehari? Ini 5 Cara Menabung Hewan Kurban Rutin Setiap Tahun Tanpa Beban!