CakapCakap – Cakap People! Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang menuntut kesiapan ekstra. Cuaca panas, aktivitas padat, hingga kondisi lingkungan yang berbeda membuat jemaah perlu memperhatikan perlindungan diri selama berada di Tanah Suci.
Memasuki keberangkatan jemaah haji Indonesia pada April 2026, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) kembali mengingatkan pentingnya alat pelindung diri (APD) bagi jemaah. Imbauan ini disampaikan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih fokus tanpa terganggu rasa tidak nyaman atau masalah kesehatan.
“Agar fokus kita tidak terbagi karena rasa tidak nyaman atau masalah kesehatan, yuk persiapkan APD sesuai anjuran dari Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI. Mulai dari pelindung mata hingga alas kaki yang tepat, semuanya demi kelancaran langkah jemaah haji di Tanah Suci,” tulis Kemenhaj RI dalam keterangannya.
Daftar APD yang Perlu Disiapkan Jemaah Haji

Berikut beberapa alat pelindung diri yang dianjurkan untuk dibawa jemaah, mengutip Instagram resmi Kemenhaj:
1. Tas paspor
Tas ini berfungsi menyimpan dokumen penting seperti paspor, sekaligus tempat menyimpan makanan ringan dan obat-obatan pribadi agar mudah dijangkau.
2. Tas kresek atau tote bag
Digunakan untuk menyimpan sandal saat memasuki area tertentu, serta membawa barang kecil seperti pelembap.
3. Masker
Masker penting untuk melindungi hidung dan mulut dari debu serta potensi paparan penyakit. Disarankan untuk mengganti masker setiap 4-6 jam sekali.
4. Kacamata hitam
Paparan sinar matahari di Arab Saudi cukup terik. Kacamata hitam membantu melindungi mata dari sinar UV dan debu.
5. Semprotan air
Botol semprot berisi air dapat digunakan untuk menyegarkan diri di tengah cuaca panas, sekaligus membantu menjaga hidrasi kulit.

