in

Merasa Waktu Cepat Berlalu? Ini Penjelasannya

Tanpa terasa kita hampir memasuki pertengahan tahun 2018. Rasanya baru kemarin kita menginjak tahun 2017, namun ternyata kini sudah datang lagi tahun yang baru.

Waktu begitu cepat berlalu! Pernahkah Millenials bertanya mengapa bisa demikian? Ternyata tak hanya kamu saja yang memiliki pertanyaan tersebut, orang-orang di seluruh penjuru dunia pun mempertanyakan hal yang sama.

Robert Sothern, Rupanya, seorang chronobiologist menghitung 60 detik di dalam hatinya lalu dibandingkan dengan kurun waktu satu jam. Ia melakukannya 5 hingga 6 kali sehari, dan dilakukan setiap hari selama 48 tahun, hingga akhirnya kini ia berusia 69 tahun.

Alasan dibalik ia melakukan hal tersebut untuk memastikan, apa yang selama ini dirasakan oleh orang-orang tentang waktu yang semakin cepat berlalu benar ataukah tidak. Ia pun memberikan hasilnya jika tak menentu, sebab terkadang perkiraannya lebih cepat dari menit yang dihitung jam, namun terkadang malah sebaliknya.

Lain halnya dengan seorang psikolog bernama Steve Janssen yang melakukan sebuah penelitian tentang persepsi waktu dengan responden sekitar 1.865 orang. Ia pun memberikan sebuah dugaan sementara mengapa kita merasakan waktu yang semakin cepat berlalu, Sobat Cakapcakap berikut ulasannya!

Adanya Kesibukan Membuat Waktu Terasa Makin Cepat Berlalu

Kesibukan dapat membuat waktu berlalu begitu saja. [Foto: Republika]

Apabila kita terlalu sibuk, maka waktu rasanya akan berlalu begitu saja. Jika kita melakukan suatu pekerjaan, dan kita fokus dalam melakukan pekerjaan tersebut, maka rasanya waktu yang kita lalui begitu cepat. Berbeda saat kita mengerjakan suatu pekerjaan dengan santai.

Selain itu, semakin dewasa usia seseorang, maka ia semakin dituntut untuk fokus dalam mengerjakan pekerjaannya. Sehingga kita tak punya cukup waktu untuk melakukan banyak kegiatan. Dengan adanya tindakan tersebut, otak menerjemahkan bahwa waktu telah berlalu begitu cepat. Itulah yang memicu adanya rasa bahwa deadline selalu datang dengan cepat.

Adanya pengalaman-pengalaman baru yang membekas

Tidak adanya pengalaman baru [Foto: Hotelopedia]

Orang yang usianya semakin lanjut biasanya jarang mengalami pengalaman-pengalaman yang baru. Sehingga ia tak begitu mengenang beberapa peristiwa dari yang sudah terjadi. Apabila dalam ingatan tak ada hal-hal yang dikenang, maka rasanya waktu akan cepat berlalu.

Hal itu tentu akan berbeda dengan masa anak-anak atau remaja yang seolah tak dapat dilupakan, seperti di kala belajar mengendarai sepeda ataupun hari ospek pertama di sekolah. Selain itu, semakin dewasa seseorang maka kemampuan mengingat akan semakin berkurang.

Nah, setelah mengetahui hal tersebut, sekarang bagaimana nih menyiasatinya? Intinya biar waktumu tak berlalu begitu saja dengan cepat. Caranya sih mudah saja Millenials. Mulai sekarang kamu harus bisa menghargai setiap detik waktu yang terbuang.

Manfaatkan dengan baik waktu dengan cara-cara yang positif, seperti mempelajari hal-hal yang baru, keluar dari zona nyaman dan melakukan kegiatan baru yang selama ini tak pernah kamu lakukan! Jangan terus berkutat dengan rutinitas yang membelenggu. Buat hidupmu berwarna dengan mencoba kegiatan baru.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Cantiknya Kampoeng Bambu Toddopulia Destinasi Wisata Baru di Maros

Kartu Kredit Cerdas ini Punya Antena Ponsel, Lho!