CakapCakap – Cakap People! Sejumlah alat dapur tanpa disadari bisa menjadi sumber mikroplastik yang masuk ke tubuh dan berbahaya bagi kesehatan. Seperti halnya saat kita memasak, menyeduh teh, atau menyimpan makanan, dimana partikel mikroplastik tersebut juga bisa ikut masuk ke tubuh.
Meskipun belum jelas bagaimana mikroplastik berdampak pada kesehatan kita, namun ada baiknya mulai sekarang batasi penggunaan barang-barang yang berkontribusi pada paparan mikroplastik.

Melansir dari laman CNET, berikut adalah beberapa alat dapur yang bisa menjadi sumber mikroplastik.
1. Peralatan Masak Anti Lengket
Menurut sebuah studi terbaru, peralatan masak berbahan plastik dan berlapis anti lengket dapat melepaskan mikroplastik ke dalam makanan saat digunakan untuk memasak. Hal ini berpotensi meningkatkan paparan tubuh terhadap polutan yang berbahaya.
Sementara itu, para peneliti dari Australia memperkirakan bahwa peralatan masak berlapis teflon dapat mengandung ribuan hingga jutaan partikel mikroplastik. Bahkan, retakan atau goresan kecil pada permukaan wajan saja bisa menyebabkan pelepasan lebih dari 2 juta partikel mikroplastik ke dalam makanan.
2. Peralatan Makan Plastik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralatan makan berbahan plastik dapat melepaskan mikroplastik ke dalam makanan, terutama saat digunakan untuk makanan panas. Ketika makanan tersebut dikonsumsi, mikroplastik ikut tertelan dan berpotensi masuk serta mengendap di dalam tubuh, termasuk dalam aliran darah.
3. Wadah Makanan Plastik
Kotak makan plastik dan kemasan dari layanan pesan antar bisa berdampak pada kesehatan. Wadah plastik dapat dengan mudah melepaskan mikroplastik ke dalam makanan, terutama saat dipanaskan atau dicuci.
Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa semua wadah makanan plastik yang dapat digunakan kembali dan umum dipakai oleh restoran mengandung mikroplastik.
4. Rempah-rempah dalam Wadah Plastik
Saat ini, banyak rempah-rempah dikemas dalam wadah plastik, dan hal ini cukup mengkhawatirkan. Karena menurut sebuah studi baru menemukan, bahwa semua wadah plastik yang diuji mengandung mikroplastik.
Kondisi ini bisa berpotensi mencemari makanan, dan kasus kontaminasi seperti ini dilaporkan semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
5. Sedotan Plastik
Penelitian menunjukkan bahwa sedotan plastik dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik, yang berisiko terhirup saat digunakan. Setiap tahun sekitar 8 juta metrik ton sampah plastik berakhir di lautan dan perairan.
Setelah sedotan dan plastik lainnya masuk ke air, pencemaran ini tidak hanya merusak perairan, tetapi juga dapat mencemari tanah dan membahayakan hewan yang hidup di dalam maupun di sekitar lingkungan tersebut.
6. Kantong Teh
Siapa sangka, ternyata mikroplastik bisa saja tersembunyi di dalam kantong teh. Saat teh diseduh dengan air panas bersuhu tinggi, kantong teh dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik ke dalam minuman. Partikel ini diduga berasal dari polipropilen, yaitu bahan plastik yang sering digunakan dalam pembuatan kantong teh.
Peneliti dari Universitas Otonom Barcelona di Spanyol bahkan menemukan, bahwa satu kantong teh dapat melepaskan miliaran partikel mikroplastik dan nanoplastik ke dalam air selama proses penyeduhan.
7. Kaleng Makanan
BPA merupakan bahan kontroversial yang sering digunakan sebagai pelapis bagian dalam makanan kaleng, dan telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan.
Saat ini, banyak produsen mulai menggantinya dengan bahan lain seperti epoksi akrilik atau poliester yang berlabel non-BPA. Namun, pengganti ini juga belum sepenuhnya terbukti aman, karena tetap berpotensi mengandung mikroplastik.
