CakapCakap – Cakap People! Membersihkan telinga sering kali dianggap sebagai hal sepele, tapi penting. Sayangnya tidak semua orang mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membersihkannya. Sebab, telinga tak perlu terlalu sering dibersihkan.
Dilansir Healthline, telinga pada dasarnya tergolong organ yang membersihkan diri sendiri melalui proses alami tubuh. Kulit di saluran telinga bergerak perlahan ke luar seiring dengan gerakan mengunyah dan berbicara, sehingga serumen atau earwax, yang sering disebut kotoran telinga, lama-kelamaan akan keluar sendiri tanpa perlu diambil secara manual.

Serumen bukanlah kotoran yang harus dihilangkan secara terus menerus karena memiliki fungsi vital untuk menjaga kelembapan kulit di dalam telinga, melindungi telinga dari debu, kotoran, bakteri, serta jamur. Organisasi Kesehatan Dunia seperti Mayo Clinic dan dokter THT menyatakan bahwa kebanyakan orang tidak perlu membersihkan bagian dalam telinga secara rutin karena tubuh sudah melalukan pembersihan secara alami.
Kapan Telinga Perlu Dibersihkan?
Seseorang boleh membersihkan telinga bagian dalam ketika terjadi penumpukan yang menimbulkan gejala. Penumpukan serumen yang berlebihan atau dikenal sebagai impaksi serumen dapat menyebabkan beberapa tanda seperti telinga terasa penuh, pendengaran berkurang, suara berdenging, nyeri, hingga pusing. Ketika menemukan gejala-gejela tersebut, tindakan pembersihan lebih sekadar membersihkan bagian luar telinga dapat dilakukan.
Banyak orang membersihkan telinga menggunakan cotton bud dengan memasukkannya ke dalam. Pakar kesehatan dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dalam telinga sering kali mendorong serumen ke bagian yang lebih dalam, sehingga malah meningkatkan risiko impaksi, infeksi, atau cedera gendang telinga. Oleh sebab itu, cotton bud hanya boleh digunakan untuk membersihkan daun telinga dan area luar telinga.
Perlu diingat bahwa tidak semua orang cocok melakukan pembersihan telinga sendiri di rumah. Menurut Web MD, orang dengan kondisi tertentu seperti lubang di gendang telinga, riwayat operasi telinga, diabetes, atau permasalahan kesehatan lainnya dianjurkan untuk berkonsulltasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba pembersihan sendiri. Pada umumnya, dokter THT akan melakukan pembersihan dengan bantuan alat yang tepat sehingga meminimalisir risiko komplikasi.
Dilansir dari Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, serumen yang sedikit adalah hal yang normal dan sehat. Membersihkan telinga secara berlebihan justru dapat mengganggu proses alami tubuh. Memasukkan apapun ke dalam telinga, termasuk cotton bud, penjepit, atau benda tajam lainnya yang brpotensi mendorong kotoran masuk lebih ke dalam sangat tidak direkomendasikan.
Telinga adalah salah satu organ tubuh yang sensitif. Membersihkan telinga harus dilakukan ketika perlu dan dengan cara yang benar. Kebersihan telinga yang baik tidak diukur dari seberapa sering mengorek telinga, melainkan dari seberapa baik mendengarkan tubuh sendiri. Jika menemukan tanda yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke ahli profesional.

