in ,

Modifikasi Mobil, Mau Proper atau Ekstrem?

Para modifikator mobil bisa memilih jenis modifikasi proper atau ekstrem. Via autogaya.com

CakapCakap – Para pemilik mobil biasa akan melakukan modifikasi agar kendaraan kesayangannya bisa tampil beda dari yang lain. Cakap People pun mungkin juga suka melakukan modifikasi mobil, baik dengan tujuan untuk mempercantik tampilannya dengan melakukan modifikasi pada bagian eksterior, atau bahkan memodifikasi bagian mesin untuk bisa meningkatkan performa mobil. Jenis-jenis modifikasi mobil memang bermacam-macam, dari tingkat proper atau ringan, hingga ekstrem.

Para modifikator mobil bisa memilih jenis modifikasi proper atau ekstrem. Via autogaya.com

Menurut laman VIVA.co.id, modifikasi proper biasa seperti mengubah grafis atau warna kendaraan, mengubah tampilan pelek, dan mengganti knalpot dengan versi aftermarket. Sementara, modifikasi ekstrem umumnya dilakukan dengan cara mengubah wujud kendaraan secara total, dan memasang perangkat yang tidak umum ada pada kendaraan. Ada juga jenis modifikasi yang mengusung konsep mirip dengan ekstrem, namun kendaraan tersebut masih bisa dikendarai di jalan raya dengan aman.

Untuk di Indonesia sendiri, pada tahun 2018 ini para peminat modifikasi proper pun ternyata masih cukup banyak. Ini mungkin kendaraan masih ideal digunakan sebagai transportasi sehari-hari, meski sudah dilakukan berbagai modifikasi. “Kami sudah keliling 12 kota. Antusiasnya luar biasa. Di luar Jakarta, banyak modifikator yang gemar tema proper. Mereka pun senang ada wadah yang sesuai dengan tema mobil mereka,” ucap Didi, salah seorang juri Intersport World Stage 2018 baru-baru ini.

Tren modifikasi mobil di Indonesia pada tahun 2018 cenderung lebih kepada modifikasi proper. Via nmaa.co.id

Ditambahkan dari laman Liputan6.com, para modifikator memang telah memprediksi bahwa tren modifikasi mobil tahun 2018 tidak lagi ekstrem, tapi cenderung proper. “Kita sangat yakin, tahun 2018 itu modifikasi banyak yang proper, gak cuma jadi patung yang di-display di kontes. Tapi, mobil itu bisa digunakan. Jadi, pakai rem besar di depan belakang tapi fungsional, gak cuma pajangan,” kata penggagas National Modificator and Aftermarket Association (NMAA), Andre Mulyadi pula.

Menurutnya, tren modifikasi itu cenderung ke arah air suspension, karena tak sedikit penggemar modifikasi menyukai mobil ceper atau bergaya stance yang bisa dipamerkan di acara kontes maupun penggunaan sehari-hari dengan cara mengatur tinggi rendahnya mobil. Dengan begitu, maka juga membuat mobil bisa tetap nyaman dan sesuai dengan fungsinya. Cakap People suka yang mana?

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Berminat Beli Mobil Melalui Lelang? Ini yang Perlu Diperhatikan!

Helm Bau Apek di Musim Hujan, Ini Tips Sederhana Membersihkannya!