CakapCakap – Cakap People! Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya gencatan senjata setelah berperang lebih dari sebulan sejak 28 Februari 2026.
Gencatan senjata ini diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Selasa, 7 April 2026 usai ia menunda menyerang situs energi Iran buntut penutupan Selat Hormuz.

Berikut ini fakta-fakta gencatan senjata AS-Iran.
Tercapai setelah 40 hari perang
Gencatan senjata AS-Iran ini tercapai setelah kedua negara berperang selama 40 hari terakhir.
Trump padahal sempat mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran, terutama fasilitas pembangkit listrik terbesar Teheran, sebagai balasan atas penutupan Selat Hormuz. Iran menutup selat vital tersebut usai diserang oleh AS-Israel.
Pada Selasa, 7 April 2026 dini hari, The New York Times melaporkan bahwa AS sudah meluncurkan lebih dari 90 serangan ke Pulau Kharg, Iran, yang menjadi lokasi terminal besar tempat Teheran mengekspor sekitar 90 persen minyak mentahnya.
Namun, menurut seorang sumber militer AS, serangan itu menargetkan lokasi yang sebelumnya sudah diserang. Tidak ada serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Berlaku dua pekan
Gencatan senjata ini akan berlangsung selama dua pekan ke depan.
Trump menyampaikan selama periode ini, AS dan Iran akan bernegosiasi untuk menyelesaikan perselisihan.
“Periode dua minggu akan memungkinkan perjanjian tersebut diselesaikan dan diwujudkan,” kata Trump di media sosialnya, Selasa, 7 April 2026.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa kesepakatan gencatan senjata ini bakal berlangsung selama dua minggu. Selama kurun waktu tersebut, Iran dan AS akan memulai negosiasi di Pakistan.
“Negosiasi ini akan dimulai di Islamabad dengan tingkat ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, dan Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk proses tersebut. Periode ini dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua pihak,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
“Selama periode ini, penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat.”
Trump setujui 10 tuntutan Iran
Gencatan senjata ini tercapai lantaran Trump menyetujui 10 syarat negosiasi dari Iran.
Menurut Trump, 10 poin tuntutan Teheran dapat diterima untuk dijadikan dasar negosiasi.
“Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi,” kata Trump.
10 poin tuntutan Iran sendiri antara lain: (1) AS harus berkomitmen untuk menjamin non-agresi; (2) Iran tetap memegang kendali berkelanjutan di Selat Hormuz, (3) AS harus menyetujui hak pengayaan uranium Iran, (4) semua sanksi primer terhadap Iran harus dicabut; (5) seluruh sanksi sekunder terhadap Iran juga harus dicabut.
Kemudian, (6) semua resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait Iran harus dibatalkan; (7) semua resolusi Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) juga harus dibatalkan; (8) Iran harus mendapat kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang; (9) pasukan AS di kawasan harus ditarik, dan (10) perang harus dihentikan di semua front, termasuk di Lebanon.
Israel klaim tak mencakup Lebanon
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah merespons gencatan senjata ini dengan mengatakan bahwa penghentian serangan hanya berlaku di Iran dan tidak di Lebanon.
Ia mengaku menyambut baik keputusan Trump untuk menghentikan perang guna memastikan Iran tak lagi menjadi ancaman bagi AS, Israel, negara-negara Arab dan dunia.
Pernyataan Netanyahu ini berbeda dengan keterangan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Sharif menegaskan gencatan senjata AS-Iran meliputi semua kawasan, termasuk Lebanon.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu-sekutu mereka, telah menyutujui gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain, yang berlaku segera,” kata Sharif.
Sama-sama klaim kemenangan
Iran menganggap gencatan senjata ini kemenangan karena AS mau menerima semua permintaannya. Sementara itu, Trump juga mengeklaim kemenangan atas Iran dengan dalih gencatan senjata tercapai karena perang sudah “melampaui tujuan militer AS.”
“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,” tulis Trump.
“Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya lagi.
