CakapCakap – Cakap People! Suka minum kopi di pesawat? Nah, untuk kamu yang gemar memesan kopi atau teh hangat selama penerbangan, peringatan ini patut diperhatikan. Para pramugari melalui media sosial sering kali memperingatkan bahwa air yang digunakan untuk menyeduh minuman di pesawat mungkin tidak sebersih yang dibayangkan.
Hal ini diperkuat oleh studi terbaru yang mengidentifikasi bahwa sejumlah maskapai penerbangan, khususnya di Amerika Serikat (AS), kemungkinan besar menyuguhkan air yang kurang aman untuk dikonsumsi selama penerbangan.

Melansir Independent, penelitian ini menyebut beberapa maskapai besar seperti American Airlines, JetBlue, dan sejumlah maskapai regional perlu diwaspadai.
Penelitian yang dilakukan oleh Center for Food as Medicine and Longevity ini menganalisis hasil dari 35.674 tes air terhadap berbagai maskapai penerbangan. Pengujian dilakukan selama periode tiga tahun, terhitung mulai 1 Oktober 2022 hingga 30 September 2025.
Hasil pengujian ini kemudian dilaporkan secara resmi kepada Badan Perlindungan Lingkungan atau Environmental Protection Agency (EPA).
Sampel air dikumpulkan dari berbagai titik di dalam pesawat, termasuk keran dapur dan wastafel kamar mandi.
Peneliti melakukan uji terhadap bakteri Coliform (mikroba indikator yang dapat menunjukkan keberadaan organisme penyebab penyakit) serta bakteri E. coli.
Para peneliti menyusun kartu skor untuk 10 maskapai besar dan 11 maskapai penerbangan regional. Faktor penilaian mencakup tingkat kontaminasi, jumlah pelanggaran per pesawat, hingga seberapa sering setiap maskapai melakukan desinfeksi dan pengurasan tangki air.
Secara akumulatif, sebanyak 949 sampel (sekitar 2,66 persen) dinyatakan positif mengandung bakteri Coliform, sementara 32 sampel lainnya (0,09 persen) terdeteksi positif bakteri E. coli.
Peringkat maskapai berdasarkan skor keamanan air
Berikut adalah rincian peringkat maskapai berdasarkan skor keamanan air:
1. Peringkat Terbaik (Predikat A & B):
Delta Air Lines dan Frontier Airlines: Meraih nilai sempurna (A) dengan skor 5/5.
Alaska Airlines dan Allegiant Air: Mendapat predikat B dengan skor 4,8/5.
GoJet Airlines: Meraih skor 3,85 dengan predikat B.
2. Peringkat Buruk (Predikat C & D):
United Airlines, Hawaiian Airlines, dan Southwest Airlines: Semuanya menerima nilai C.
Spirit Airlines: Mendapat predikat D dengan skor 2,05/5.
JetBlue: Mendapat predikat D dengan skor 1,8/5.
American Airlines: Berada di posisi terbawah maskapai besar dengan predikat D dan skor 1,75/5.
3. Peringkat Terburuk (Predikat F):
Sejumlah maskapai regional mendapatkan nilai F dengan skor rata-rata hanya 1,35/5. Maskapai tersebut meliputi SkyWest Airlines, Envoy Air, PSA Airlines, Air Wisconsin, Republic Airways, CommuteAir, dan Mesa Airlines.
“Hampir semua maskapai penerbangan regional perlu meningkatkan keamanan air mereka di dalam pesawat, dengan pengecualian GoJet Airlines,” ujar Direktur Center for Food as Medicine and Longevity, Charles Platkin.
Air yang digunakan di dapur dan wastafel kamar mandi berasal dari tangki penyimpanan air di dalam pesawat. Sesuai aturan, maskapai penerbangan diwajibkan untuk mendesinfeksi dan menguras tangki tersebut setidaknya empat kali dalam setahun.
Namun, penelitian mencatat bahwa sistem air pesawat sering mengalami periode stagnasi (air diam dalam tangki) di antara jadwal penerbangan.
Selain itu, variasi suhu ekstrem selama proses lepas landas dan mendarat dapat memicu pertumbuhan bakteri. Kontaminasi juga berisiko terjadi melalui selang pengisian dan tangki air yang berada di bandara.
Melihat temuan ini, Charles Platkin merekomendasikan agar penumpang menghindari konsumsi air keran di pesawat, termasuk menggunakannya untuk mencuci tangan di kamar mandi.
“Jangan pernah meminum air apa pun di dalam pesawat yang tidak berasal dari botol tertutup, dan hindari memesan kopi atau teh. Selain itu, jangan mencuci tangan Anda di wastafel kamar mandi; gunakanlah pembersih tangan (hand sanitizer) berbasis alkohol dengan kandungan minimal 60 persen sebagai gantinya,” pungkas Platkin.

