CakapCakap – Cakap People! Pimpinan junta militer Myanmar Min Aung Hlaing resmi terpilih sebagai presiden setelah memenangkan pemungutan suara parlemen pada Jumat, 3 April 2026.
Kemenangan ini memperkuat cengkeraman kekuasaan Min Aung Hlaing di Myanmar, lima tahun setelah ia menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi melalui kudeta militer pada 2021.

Pemilihan presiden dilakukan oleh parlemen yang didominasi militer dan partai pro-junta, Union Solidarity and Development Party, yang sebelumnya menang telak dalam pemilu yang dikritik sejumlah negara Barat sebagai tidak demokratis.
Analis menilai langkah ini sebagai strategi untuk melegitimasi kekuasaan militer dalam balutan pemerintahan sipil.
“Ia telah lama ingin menukar posisinya dari panglima militer menjadi presiden, dan kini ambisi itu terwujud,” kata analis independen Myanmar, Aung Kyaw Soe, melansir Reuters.
Meski demikian, konflik sipil di Myanmar masih terus berlangsung. Kelompok oposisi, termasuk pendukung Suu Kyi dan milisi etnis, dilaporkan membentuk aliansi baru untuk melawan junta militer.
Situasi ini menandakan ketegangan politik dan keamanan di Myanmar belum mereda, meski kekuasaan Min Aung Hlaing semakin menguat.
