CakapCakap – Cakap People! Sejumlah dinamika atmosfer berpotensi meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia hingga akhir pekan ini. Simak daftar wilayah berpotensi terdampak.
Menurut Ikhtisar Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 8-10 Januari, beberapa wilayah memiliki probabilitas tinggi mengalami hujan lebat lebih dari 50mm per hari selama 3 hari ke depan.

Menurut BMKG, pada Jumat, 10 Januari 2026, wilayah berpotensi mengalami hujan lebat terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
BMKG menyebut hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan kondisi ENSO berada pada kategori La Nina Lemah, dengan nilai SOI teramati tidak signifikan sebesar +6.3, dan indeks NINO 3.4 sebesar -0.95 yang signifikan terhadap peningkatan pola konvektif di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, DMI berada pada angka +0.18 yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika ke wilayah
Indonesia, khususnya bagian barat.
Sementara itu, analisis anomali OLR, MJO, dan aktivitas gelombang ekuator menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif di sebagian besar Indonesia.
Pantauan daerah konvergensi juga menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Sumatra, Banten, Jawa Timur, Bali, NTB, sebagian Kalimantan, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Selain itu, hasil analisis kondisi lokal/mikro menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif akibat kondisi labilitas yang kuat di beberapa wilayah.
Selain Papua Pegunungan, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku, beberapa wilayah juga berpotensi diguyur hujan lebat, tetapi tidak di seluruh wilayah provinsi. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat ini bervariasi , mulai dari 10 persen hingga 75 persen wilayah provinsinya.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan lebat hingga akhir pekan:
9 Januari
– Sumatra Barat: 16 persen wilayah
– Kepulauan Riau: 25 persen wilayah
– Bengkulu: 50 persen wilayah
– Lampung: 53 persen wilayah
– Banten: 13 persen wilayah
– Jawa Barat: 4 persen wilayah
– Nusa Tenggara Barat: 40 persen wilayah
– Nusa Tenggara Timur: 18 persen wilayah
– Kalimantan Barat: 29 persen wilayah
– Papua Selatan: 50 persen wilayah
10 Januari
– Bengkulu: 40 persen wilayah
– Lampung: 53 persen wilayah
– Jawa Timur: 13 persen wilayah
– Nusa Tenggara Barat: 10 persen wilayah
– Nusa Tenggara Timur: 5 persen wilayah

