in

Lateral Move vs Ganti Perusahaan: Mana yang Lebih Tepat?

Dua Opsi Ini Sering Dianggap Sama, Padahal Hasilnya Bisa Jauh Beda.

CakapCakap, Jakarta — Lateral move adalah pindah posisi setara (bukan naik jabatan) buat dapat pengalaman atau skill baru. Ini biasanya dilakukan di perusahaan yang sama. Ini beda dari ganti perusahaan, yang berarti keluar sepenuhnya buat cari peluang di tempat lain. Dua opsi ini sering dianggap solusi yang sama buat karier stuck, padahal konsekuensinya bisa jauh beda — terutama soal kompensasi.

📌 Catatan Redaksi

Artikel ini bagian dari pillar Ketahanan Karier: Cara Bertahan dan Berkembang di Tengah Ketidakpastian. Kalau kamu belum yakin karirmu genuinely stuck, cek dulu Kenapa Karier Kamu Stuck?

Perbandingan lateral move dan ganti perusahaan untuk mengatasi karier stuck
Lateral move dan ganti perusahaan sering dianggap sama, padahal konsekuensinya beda. (Sumber foto: Ketut Subiyanto / Pexels)

Apa Bedanya Lateral Move dan Ganti Perusahaan Secara Kompensasi?

Data dari ADP Pay Insights, yang melacak 14,8 juta pekerja, nemuin sesuatu yang menarik. Karyawan yang ganti perusahaan dapat kenaikan gaji rata-rata 7,2%, dibanding 4,8% buat yang tetap di perusahaan yang sama. Selisihnya cukup signifikan kalau diakumulasi beberapa tahun.

Di Indonesia, Mercer Total Remuneration Survey nemuin pola serupa. Karyawan yang bertahan biasanya dapat kenaikan tahunan sekitar 6,3-6,5%, jauh di bawah lonjakan gaji yang biasa didapat lewat pindah perusahaan. Tapi kompensasi bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan.

Kapan Lateral Move Lebih Masuk Akal Dibanding Pindah?

Beberapa situasi di mana lateral move lebih tepat:

  • Kamu suka perusahaannya, cuma stuck di role tertentu. Kalau budaya kerja dan value perusahaan cocok, ini bisa jadi solusi tanpa harus mulai dari nol di tempat baru.
  • Butuh skill baru yang spesifik ke industri itu. Pindah role di perusahaan yang sama sering lebih mudah diakses. Ini dibanding ngelamar posisi serupa di perusahaan lain tanpa rekam jejak di bidang itu.
  • Networking internal udah kuat. Reputasi yang udah terbangun di perusahaan sekarang jadi modal buat ini, sesuatu yang harus dibangun ulang kalau pindah perusahaan.
Situasi yang membuat lateral move lebih tepat dibanding pindah perusahaan
Reputasi internal yang udah terbangun jadi modal berharga buat lateral move. (Sumber foto: Michael Burros / Pexels)

Kapan Ganti Perusahaan Lebih Masuk Akal Dibanding Lateral Move?

Kalau perusahaanmu sekarang genuinely nggak punya ruang berkembang — struktur organisasi flat tanpa role baru, atau budaya kerja yang udah nggak cocok — itu sinyal penting. Lateral move internal nggak akan nyelesain akar masalahnya. Ganti perusahaan jadi opsi yang lebih realistis.

Ganti perusahaan juga lebih masuk akal kalau kamu incar lompatan kompensasi signifikan dalam waktu dekat. Atau kalau industri incaranmu genuinely beda dari yang sekarang kamu geluti.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apakah lateral move dianggap “mundur” secara karier?

Nggak, selama tujuannya jelas — nambah skill atau exposure ke area baru. Yang jadi masalah kalau lateral move dilakukan tanpa arah, cuma buat lari dari situasi nggak nyaman tanpa rencana jangka panjang.

Apakah selalu lebih untung ganti perusahaan demi gaji lebih tinggi?

Nggak selalu. Kenaikan gaji jangka pendek perlu diimbangi sama pertimbangan lain. Stabilitas, budaya kerja baru, dan risiko masa percobaan yang belum tentu cocok juga penting dipikirkan.

Apakah usia jadi faktor penting dalam keputusan ini?

Nggak sebesar yang dikira banyak orang. Riset American Institute for Economic Research nemuin 82% orang yang ganti karier setelah usia 45 tahun berhasil beradaptasi dengan baik.

Nggak Ada Jawaban Universal, Cuma Ada yang Paling Pas Buat Situasimu

Lateral move dan ganti perusahaan sama-sama valid, tergantung apa akar masalah karier stuck kamu — internal (butuh variasi skill) atau eksternal (perusahaan genuinely nggak punya ruang berkembang).

📚 Sumber Referensi

  • ADP Research Institute, ADP Pay Insights — data kenaikan gaji job switcher vs job stayer dari 14,8 juta pekerja.
  • Mercer, Total Remuneration Survey Indonesia — data kenaikan gaji tahunan karyawan yang bertahan di perusahaan.
  • American Institute for Economic Research — riset keberhasilan ganti karier di usia 45 tahun ke atas.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif untuk pengembangan karier profesional. Keputusan pindah kerja sebaiknya mempertimbangkan situasi finansial dan personal masing-masing individu.

Tanda-tanda PHK yang perlu dikenali karyawan sebelum restrukturisasi terjadi

Tanda-Tanda Posisi Kamu Berisiko Kena Restrukturisasi, Termasuk Gara-Gara AI

Tanda harus resign dari pekerjaan yang perlu dikenali sebelum mengambil keputusan

Cara Baca Sinyal Kapan Harus Mulai Cari Kerja Baru