CakapCakap – Cakap People! Jika diperhatikan, kebanyakan maskapai penerbangan di dunia memilih kursi berwarna biru di dalam pesawat. Tentu bukan tanpa alasan biru dipilih oleh kebanyakan maskapai untuk warna kursi pesawat.
Meskipun tidak sedikit maskapai yang memilih kursi dengan warna lain agar lebih identik atau ikonik, tetapi kebanyakan menggunakan warna biru atau setidaknya ada pelapis dan aksesoris tambahan yang berwarna biru.

Pemilihan warna ini tidak sesederhana karena langit berwarna biru atau karena ini warna favorit CEO maskapai tersebut. Melansir Metro, sebenarnya ada beberapa hal yang secara khusus diarahkan maskapai untuk meningkatkan suasana hati penumpang selama berada di atas pesawat.
Menurut Nigel Goode, seorang desainer penerbangan dan salah satu pendiri di perusahaan interior pesawat Priestmangoode, warna biru dipercaya bisa membuat perasaan lebih tenang ketika penerbangan, cocok untuk meredakan ketegangan penumpang selama berada di atas.
Goode mengungkapkan bahwa hal ini kemudian banyak diadopsi oleh maskapai penerbangan yang lain, mereka memakai warna biru untuk desain kursi pesawat.
“Biru menjadi warna pilihan karena itu adalah warna perusahaan yang konservatif, tidak kontroversial, yang melambangkan kepercayaan dan aman,” ujar Nigel Goode, seperti dilansir Metro.
Nigel juga mencatat bahwa beberapa maskapai penerbangan yang lebih murah mungkin menggunakan warna yang lebih berani, sementara sebagian besar lainnya menggunakan warna yang menciptakan perasaan santai seperti rumah.
Bagaimana warna biru membuat penumpang lebih tenang di atas ketinggian 30 ribu kaki? Pasalnya, warna biru mudah mengingatkan seseorang dengan air, dan ini bisa mendorong pikiran lebih tenang. Bayangan yang terlintas seperti betapa tenangnya mengambang di laut yang lembut dan perlahan.
Ini juga didukung dengan sebuah laporan internasional oleh perusahaan kertas G.F Smith, mereka bertanya kepada lebih dari 26 ribu orang dari 100 negara.
Ketika ditanya mengenai perasaan mereka dan dikaitkan dengan warna, biru tua terpilih sebagai warna yang paling mungkin menciptakan ketenangan.
Ditambah lagi, dalam survei YouGov 2015 terhadap responden di empat benua, warna biru juga menjadi warna favorit di dunia untuk beberapa waktu. Selain sangat populer di kalangan pria dan wanita, biru juga masuk untuk seluruh kelompok usia, subkelompok ras, dan afiliasi politik.
Pendiri dan CEO Nanak Flights, Rishi Kapoor, sebelumnya mengatakan kepada bahwa bagi banyak orang, naik pesawat merupakan salah satu hal yang paling membuat mereka cemas. Jadi, meskipun pemilihan warna biru terlihat sepele, tetapi ini adalah salah satu cara yang bisa membantu penumpang untuk tetap tenang selama penerbangan.

Pada Maret 2002, Boeing merilis sebuah laporan tentang ‘psikologi kenyamanan dalam desain interior pesawat’. Kemudian seorang desainer Teague yang mempelajari psikologi warna, Virginia Tripp, mengklaim bahwa warna dapat mempengaruhi persepsi seseorang tentang kelembaban, suhu, dan aroma.
Mungkin banyak yang bertanya, “di pesawat kan sudah dingin, kenapa penumpang harus merasa lebih dingin lagi?” Namun, bagi beberapa orang, kabin pesawat bisa terasa pengap karena klaustrofobia atau kondisi di mana mudah merasa sesak, panik dan takut ketika berada di ruang sempit dan tertutup.
Warna biru setidaknya bisa mengurangi masalah ini karena memainkan trik di dalam kepala penumpang. Sehingga dengan melihatnya dapat menjaga pikiran tetap tenang dan tidak sesak.
Warna Biru Bisa Menyamarkan Noda
Di luar aspek psikologis, ada satu teori lagi yang beredar. Maskapai penerbangan memilih warna biru untuk perabotan lembut mungkin karena warna ini menyembunyikan noda dengan lebih baik dan lebih lama.
Dengan demikian, mereka bisa menghabiskan lebih sedikit waktu dan uang untuk membersihkan atau memperbarui kursi pesawat mereka. Bagaimana pun, penumpang bisa saja menumpahkan minuman atau meninggalkan noda bekas makanan di tempat duduk. Sementara itu, warna biru tua bisa menyamarkan warna noda tersebut.

