CakapCakap – Cakap People! Industri penerbangan mengalami gangguan hebat di tengah konflik Timur Tengah. Setelah Iran melakukan serangan balasan kepada Amerika Serikat dan Israel, sejumlah operasi bandara di Timur Tengah menjadi lumpuh.
Termasuk bandara Dubai, Doha, dan Abu Dhabi, penutupan bandara ini menyebabkan gangguan penerbangan dan membuat ribuan turis terdampak. Akibat perang ini pula, sederet maskapai membatalkan penerbangan ke Timur Tengah.

Melansir Independent, British Airways secara besar-besaran menangguhkan penerbangan ke Timur Tengah. Pada Kamis, 5 Maret 2026, terdapat penerbangan harian dari Muscat ke London Heathrow telah berjalan, khususnya untuk mengevakuasi wisatawan yang terdampar di negara yang terdampak konflik.
Namun, setelah hari itu, British Airways menunda layanan tersebut untuk sementara waktu, pihak maskapai mengonfirmasi penundaan ini akan berlanjut karena kondisi Timur Tengah yang tak pasti untuk melakukan penerbangan.
“Karena ketidakpastian yang terus berlanjut dari situasi di Timur Tengah dan ketidakstabilan jalur udara, kami harus mengurangi sementara jadwal penerbangan kami di wilayah tersebut,” kata pihak maskapai British Airways, mengutip Independent.
Selain British Airways, sederet maskapai penerbangan dunia lainnya juga kompak membatalkan layanan ke Timur Tengah, karena konflik yang belum kunjung mereda.
Berikut ini daftar makapai dan jadwal pembatalannya.
Aegean Airlines:
– Membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 20 Maret
– Membatalkan penerbangan ke Beirut, Erbil dan Baghdad hingga 25 Maret
– Membatalkan penerbangan ke Dubai dan Abu Dhabi hingga 19 Maret
– Membatalkan penerbangan ke Riyadh hingga 14 Maret
airBaltic:
– semua penerbangan ke dan dari Tel Aviv dibatalkan hingga 28 Maret
– semua penerbangan ke dan dari Dubai dibatalkan hingga 16 Maret
Air Canada:
– membatalkan semua penerbangan ke Tel Aviv hingga 2 Maret
– membatalkan semua penerbangan ke Dubai hingga 28 Maret
Air Europa:
– membatalkan semua penerbangan ke Tel Aviv hingga 20 maret
Air France KLM:
– Membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Beirut hingga 13 Maret
– membatalkan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga 12 Maret
– penerbangan ke Dubai, Riyadh dan Dammam ditangguhkan hingga 10 Maret, sementara penerbangan ke Tel Aviv ditangguhkan selama musim dingin
British Airways:
– menangguhkan penerbangan evakuasi ke Timur Tengah setelah tanggal 5 Maret.
– melanjutkan seluruh penangguhan penerbangan ke Timur Tengah
– Membatalkan semua penerbangan ke dan dari Amman, Bahrain, Doha, Dubai, dan Tel Aviv sampai akhir bulan Maret, sementara untuk Abu Dhabi hingga akhir tahun
Cathay Pacific:
– membatalkan semua penerbangan ke dan dari Dubai serta Riyadh hingga 31 Maret
Delta:
– membatalkan penerbangan dari New York ke Tel Aviv hingga 22 Maret
– membatalkan penerbangan dari Tel Aviv ke New York hingga 23 Maret
EL AL Israel Airlines:
– penerbangan reguler dan penerbangan pulang EL AL dan Sundor dibatalkan hingga 14 Maret
Emirates:
– mengurangi jadwal operasi penerbangan
Etihad Airways:
– jadwal penerbangan komersial terbatas tetapi masih dilanjutkan, untuk penerbangan ke Abu Dhabi dan sejumlah tujuan utama
Finnair:
– Menghindari penerbangan ke Irak, Iran, Suriah, dan Israel
– membatalkan penerbangan ke Doha dan Dubai hingga 29 Maret
– mengirim satu penerbangan ke Muscat pada 10 Maret untuk evakuasi penumpang, serta berencana untuk mengirim lebih banyak di akhir pekan
IAG:
– membatalkan penerbangan ke Tel Aviv, Amman, Abu Dhabi, Bahrain, Dubai, dan Doha hingga 12 Maret
– mengurangi jadwal penerbangan ke Larnaca
– Membatalkan penerbangan BA107/106 Dubai hingga 14 Maret
– Maskapai Iberia Express dari IAG membatalkan semua penerbangan ke dan dari Tel Aviv hingga 10 Maret
ITA Airways:
– menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga April
– memperpanjang pembatalan penerbangan ke Dubai hingga 15 Maret
Japan Airlines:
– menangguhkan penerbangan Tokyo-Doha hingga 21 Maret
– menangguhkan penerbangan rute Doha-Tokyo hingga 22 Maret
LOT:
– Membatalkan semua penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai hingga 28 Maret
– membatalkan penerbangan ke Riyadh sampai 16 Maret
– membatalkan penerbangan ke Beirut dari tanggal 31 Maret-30 April
Lufthansa Group:
– menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 2 April dan ke Beirut hingga 28 Maret
– menangguhkan penerbangan ke Teheran hingga 30 April
– menangguhkan penerbangan ke Amman, Erbil, Dammam, Dubai, dan Abu Dhabi hingga 15 Maret
Malaysia Airlines:
– menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Doha hingga 13 Maret
– operasi normal ke dan dari Jeddah dan Madinah dilanjutkan mulai 8 Maret
Norwegian Air:
– Berencana kembali terbang ke Tel Aviv dan Beirut mulai 15 Juni
Pegasus:
– membatalkan penerbangan ke Iran hingga 28 Maret, ke Riyadh hingga 10 Maret
– membatalkan penerbangan ke Irak, Amman, Beirut, Kuwait, Bahrain, Doha, Dammam, Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah hingga 23 Maret
Qatar Airways:
– mengoperasikan penerbangan terbatas ke dan dari Doha mulai 9 Maret
Saudia Airlines:
– menangguhkan penerbangan ke Amman, Kuwait, Abu Dhabi, Doha, dan Bahrain hingga 10 Maret, sementara ke Moskow dan Peshawar hingga 15 Maret
– mulai mengoperasikan penerbangan terbatas ke Dubai
Turkish Airlines:
– menghapus penerbangan Iran dari programnya hingga 12 Maret
– Membatalkan semua penerbangan ke Irak, Suriah, Lebanon dan Yordania hingga 13 Maret
Wizz Air:
– menangguhkan penerbangan ke Israel hingga 29 Maret
– menangguhkan penerbangan ke Dubai, Abu Dhabi, Amman, dan Jeddah hingga pertengahan September.

