in ,

COVID-19: Inilah 5 Gejala Ringan Virus Corona yang Tak Boleh Diabaikan

Masyarakat tidak boleh menyepelekan atau meremehkan gejala ringan dari penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini.

CakapCakapCakap People! Penyebaran virus corona (COVID-19) kini telah mencapai 199 negara, yang telah menginfeksi lebih dari 721.000 orang dan hampir 4.000 orang meninggal secara global, Senin, 30 Maret 2020, pagi.

Penularan virus yang belum ditemukan vaksin dan obatnya ini sangat cepat antar manusia dan masyarakat wajib untuk mewaspadainya dengan tidak menyepelekan atau meremehkan gejala ringan dari penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini.

Ilustrasi COVID-19. [Foto: CNN]

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menegaskan, daftar utama gejala akut pada saat ini cukup singkat dan bisa muncul di mana saja, mulai hari kedua hingga 14 hari setelah terpapar virus corona.

Nah, inilah lima gejala ringan virus corona yang sebaiknya tidak seorang pun abaikan, seperti telah dirangkum oleh Kompas berikut ini:

1. Demam

Melansir CNN, demam merupakan gejala utama dari orang yang terinfeksi virus corona. Para ahli mengungkapkan, bila seseorang memiliki suhu tubuh setidaknya 37,7 derajat Celsius atau lebih yang anak-anak atau orang dewasa alami, itu baru disebut demam.

“Ada banyak kesalahpahaman tentang demam. Suhu harian rata-rata adalah 37 derajat Celsisus, tetapi kita semua mengalami naik-turun suhu pada siang hari,” ujar dr John Williams, Kepala Divisi Penyakit Menular Anak di Rumahsakit Anak Pittsburgh University Medical Center of Pittsburgh.

Menurut dia, jika seseorang memiliki suhu badan 37,2-37,5 derajat Celsius, maka itu bukan demam.

Sementara ketika kamu sedang mengukur suhu, sebaiknya jangan mengandalkan suhu yang diambil pada pagi hari. Alih-alih mengambil suhu pada sore hari. Sebab, salah satu gejala demam yang umum yakni terjadi peningkatan suhu pada sore hari.

2. Batuk

Selain demam, batuk juga adalah gejala ringan yang tidak boleh seseorang abaikan. Namun, batuk terinfeksi virus corona dengan batuk yang terjadi pada umumnya bukanlah sembarang batuk.

Dr William Schaffner, profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville, Tennessee, mengatakan, batuk kering akibat terinfeksi virus corona terasa di dada.

“Ini bukan rasa gatal di tenggorokanmu. Anda tidak hanya berdehem. Tidak hanya lelah. Kamu tidak mengeluarkan apa-apa,” ujar Schaffner. 

Ia menjelaskan, batuknya penderita virus corona seperti menyusahkan, terasa berada dari tulang dada atau strenum kamu. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui saluran bronkial kamu meradang atau iritasi.

3. Sulit bernapas 

Merasakan kesulitan bernapas menjadi gejala ketiga dari pasien virus corona yang harus seseorang waspadai. Sebab, gejala kesulitan bernapas ini bisa terjadi dengan sendirinya, tanpa disertai dengan batuk.

Jika dada menjadi ketat atau merasa seolah-olah tidak bisa bernapas cukup dalam untuk mendapatkan napas yang baik, itu pertanda kamu harus mendapatkan tindakan yang serius.

“Jika ada sesak napas, segera hubungi penyedia layanan kesehatan kamu, perawatan darurat setempat atau departemen darurat,” kata dr Patrice Harris Presiden Asosiasi Medis Amerika Serikat.

Selain kesulitan bernapas atau sesak napas, CDC mencantumkan tanda-tanda peringatan darurat untuk COVID-19 sebagai rasa sakit yang terus-menerus yang seseorang rasakan di dada.

Tanda lainnya yakni bibir atau wajah menjadi kebiru-biruan, yang menunjukkan kekurangan oksigen dan kebingungan mental mendadak.

4. Sakit kepala dan flu 

Banyak gejala lain yang meyerupai flu, termasuk sakit kepala, masalah pencernaan, sakit tubuh, dan kelelahan. 

Terlepas dari semua itu gejala-gejala lain yang bisa menyerupai pilek atau alergi yang muncul, seperti pilek, sakit tenggorokan, dan bersin.

Para ahli mengungkapkan, kemungkinan besar seseorang hanya terserang flu yang disertai dengan gejala awal munculnya demam dan batuk.

Salah satu gejala yang memungkinkan seseorang terinfeksi COVID-19 adalah jika muncul gejala sesak napas yang tidak kunjung membaik selama seminggu atau justru kondisi tersebut semakin memburuk.

Foto: Pixabay

5. Anosmia

Baru-baru ini, American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery telah mengidentifikasi ada gejala aneh yang mungkin terjadi pada pasien COVID-19.

Dalam sebuah pernyataan di situs mereka, para peneliti mengungkapkan, ada gejala anosmia atau indra penciuman berkurang, dan dysgeusia atawa kurang rasa yang diidentifikasi menjadi tanda-tanda seseorang positif virus corona.

CDC mengungkapkan, jika seseorang mengalami dua gejala aneh tersebut, segera hubungi layanan kesehatan terdekat. 

“Anosmia, khususnya, telah terlihat pada pasien yang akhirnya dites positif untuk virus corona tanpa gejala lain,” ujar pernyataan tersebut.

Sudah lama diketahui dalam literatur medis bahwa hilangnya penciuman yang tiba-tiba bisa dikaitkan dengan infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus corona jenis lain.

“Saya pikir, kita mendapatkan sedikit lebih banyak wawasan tentang jenis-jenis gejala yang mungkin dialami pasien,” ujar dr Sanjay Gupta Kepala Koresponden Medis dari CNN.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Berjemur 15 Menit Saja, Cukup Tingkatkan Imunitas Hadapi COVID-19

Tips Ini Bisa Bantu Jaga Makanan agar Lebih Tahan Lama Saat Social Distancing!