CakapCakap – Cakap People! Lebih dari 10 ribu penerbangan dibatalkan dan sebagian besar kota di Amerika Serikat mengalami pemadaman listrik, imbas badai salju ekstrem sejak akhir pekan kemarin.
Badai salju diperkirakan akan melanda dua pertiga wilayah timur AS sepanjang minggu ini, hingga menyebabkan suhu anjlok di bawah titik beku.

Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) Amerika Serikat menyebut badai salju ini akan menimbulkan dampak berbahaya pada perjalanan dan infrastruktur, yang akan berlangsung selama beberapa hari.
Pada Minggu, 25 Januari 2026, pada pukul 14.14 waktu setempat sebanyak 1.005.641 pelanggan mengalami pemadaman listrik. Sebagian besar pemadaman terjadi di Tennessee, sementara Mississippi, Texas, Louisiana, Kentucky, Georgia, Virginia, dan Alabama juga terdampak parah.
Salju lebat diperkirakan akan turun dari Lembah Ohio hingga Timur Laut. Sementara akumulasi es besar akan mengancam dari Lembah Mississippi hingga Atlantik Tengah dan Tenggara.
“Ini adalah badai yang unik karena cakupannya sangat luas,” kata ahli meteorologi NWS, Allison Santorelli.
“Dampaknya terasa di berbagai wilayah mulai dari New Mexico, Texas, hingga New England, jadi kita berbicara tentang jangkauan sekitar 3.220 km,” imbuhnya, dikutip Al Jazeera.
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu, 24 Januari 2026 menyetujui deklarasi bencana darurat federal karena hampir 20 negara bagian mengalami keadaan darurat cuaca.
“Kami akan terus memantau, dan terus berhubungan dengan semua negara bagian yang dilalui badai ini. Tetap aman, dan tetap hangat,” tulis Trump di Truth Social.
Menteri Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengatakan Badan Manajemen Keadaan Darurat Federal (FEMA) telah menempatkan staf, kebutuhan pokok, dan tim penyelamatan di sejumlah negara bagian. Dia juga mengingatkan warga untuk mengambil tindakan pencegahan.
