in ,

Apa itu Whip Pink, Produk Kuliner yang Bisa Fatal Jika Disalahgunakan

Produk Whip Pink jadi sorotan setelah kematian selebgram Lula Lahfah

CakapCakap Cakap People! Belakangan, media sosial ramai membahas soal penyalahgunaan Whip Pink, produk kuliner yang dikaitkan dengan praktik nge-fly demi sensasi ‘high‘.

Produk Whip Pink jadi sorotan setelah kematian selebgram Lula Lahfah, yang memicu perhatian publik terhadap bahaya gas nitrous oxide jika digunakan di luar fungsi aslinya.

Apa itu Whip Pink, Produk Kuliner yang Bisa Fatal Jika Disalahgunakan
Tabung gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai ‘Whip Pink’. (Tangkapan layar Instagram @whippink.co)

Whip Pink sejatinya merupakan produk kuliner yang mengandung nitrous oxide (N2O). Gas ini berfungsi sebagai propelan untuk mengeluarkan whipped cream dari tabung. Artinya, Whip Pink bukan krim kocok dan sama sekali tidak ditujukan untuk dihirup.

Namun, di luar fungsi kuliner, nitrous oxide kerap disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi euforia sesaat.

Apa itu nitrous oxide?

Dikutip dari Cleveland Clinic, nitrous oxide, atau yang dikenal sebagai laughing gas adalah obat penenang kerja pendek. Gas ini tidak berwarna, berbau sedikit manis, dan dalam dunia medis digunakan secara terbatas, terutama pada prosedur medis dan gigi.

Nitrous oxide bekerja dengan memperlambat sistem saraf pusat sehingga menimbulkan rasa tenang, rileks, dan euforia. Dalam praktik medis, gas ini selalu dikombinasikan dengan oksigen dan diberikan dalam dosis terukur.

Masalah muncul ketika gas tersebut dihirup tanpa pengawasan medis dan tanpa suplai oksigen yang memadai.

“Menghirup nitrous oxide menimbulkan efek cepat seperti pusing dan gangguan koordinasi, tetapi efeknya singkat,” ujar Bryan Baskin, dokter IGD di Cleveland Clinic.

Sensasi rileks yang dicari pengguna biasanya hanya bertahan beberapa detik hingga menit. Namun di balik efek singkat itu, risikonya tidak sepele. Penyalahgunaan nitrous oxide dapat meningkatkan risiko pingsan, gangguan irama jantung, penurunan fungsi motorik, hingga kekurangan oksigen dalam tubuh.

Penggunaan berulang juga dikaitkan dengan defisiensi vitamin B12, yang dapat memicu gangguan saraf, kelemahan otot, kesemutan, hingga gangguan keseimbangan. Dalam beberapa kasus, kerusakan saraf bisa bersifat permanen.

Nitrous oxide memang tidak menimbulkan ketergantungan fisik seperti narkotika berat. Namun sensasi euforia yang cepat hilang sering mendorong penggunaan berulang dalam waktu singkat, yang justru memperbesar risiko kesehatan.

Gas tawa dan risiko jantung

Sorotan publik makin tajam setelah Whip Pink dikaitkan dengan kematian Lula Lahfah. Meski penyebab pasti kematian tidak disimpulkan secara sederhana, para ahli menegaskan bahwa penggunaan gas tawa tanpa kontrol medis berisiko serius bagi sistem kardiovaskular.

Dokter Spesialis Jantung di Siloam Hospital, Vito Damay menjelaskan bahwa risiko bukan semata pada zatnya, melainkan pada cara penggunaannya.

“Jadi N2O ini memang bisa merangsang sistem jantung dan pembuluh darah. Rangsangan ini juga dapat memberikan efek cepat,” kata Vito, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menambahkan, potensi risiko yang mungkin timbul antara lain penekanan aktivitas miokardial (otot jantung) serta konstriksi pembuluh darah.

“Bukan serangan jantung, tapi henti jantung,” ujarnya.

SUMBER ARTIKEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mengenal Virus Nipah, Penyakit Zoonosis Mematikan Tanpa Vaksin

Mengenal Virus Nipah, Penyakit Zoonosis Mematikan Tanpa Vaksin