in ,

5 Suplemen & Obat yang Sebaiknya Dihindari Dikonsumsi Bersama dengan Susu

Susu merupakan minuman sehat bagi banyak orang

CakapCakapCakap People! Susu merupakan minuman sehat bagi banyak orang. Meski begitu, susu tidak selalu menjadi pilihan minuman terbaik untuk dikonsumsi bersama beberapa jenis obat dan suplemen.

Susu mengandung kalsium, protein, dan lemak yang dapat mengikat atau menetralkan nutrisi dan obat-obatan tertentu. Interaksi ini dapat memperlambat penyerapan, mengurangi jumlah suplemen yang dapat digunakan tubuh kamu, atau mengubah seberapa efektif obat tersebut bekerja.

5 Suplemen & Obat yang Sebaiknya Dihindari Dikonsumsi Bersama dengan Susu
Ilustrasi

Berikut suplemen dan obat-obatan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi bersama susu mengutip Very Well.

1. Suplemen Zat Besi

Zat besi adalah salah satu suplemen yang paling umum yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersama susu. Susu mengganggu penyerapan zat besi karena kalsiumnya mengikat zat besi di lambung, dan protein kaseinnya juga dapat menghambat penyerapan zat besi.

Hal ini secara signifikan mengurangi jumlah zat besi yang diserap tubuh kamu, terutama bagi orang yang mengonsumsi zat besi untuk mengatasi kekurangan atau anemia. Tunggu dua jam sebelum atau setelah mengonsumsi susu atau makanan kaya kalsium.

Cara Mengonsumsi Zat Besi Sebagai Gantinya

Zat besi paling baik diserap saat perut kosong. Namun, melakukan hal tersebut dapat menyebabkan masalah perut pada beberapa orang, jadi kamu mungkin perlu mengonsumsinya dengan sedikit makanan untuk mencegah efek samping.

Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menyarankan untuk mengonsumsi zat besi dengan air putih saat perut kosong, atau dengan makanan kaya vitamin C (seperti jus jeruk) untuk meningkatkan penyerapan.

2. Suplemen Seng (Bentuk Tertentu)

Beberapa penelitian lama menunjukkan bahwa asupan kalsium yang tinggi dapat mengurangi penyerapan seng, tetapi efek ini tampaknya paling relevan dengan suplemen kalsium, bukan makanan olahan susu biasa. Suplemen seng terutama seng sulfat dan seng glukonat dipengaruhi oleh kalsium.

Kalsium dan seng bersaing untuk diserap di usus, dan kasein juga dapat mengurangi ketersediaan seng. Mengonsumsi seng bersama susu dapat mengurangi jumlah seng yang diserap oleh tubuh kamu, yang penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan luka.

Cara Mengonsumsi Seng Sebagai Alternatif

Untuk penyerapan yang lebih baik, konsumsi suplemen seng bersamaan dengan makanan yang mengandung protein atau vitamin C, dan usahakan untuk menghindari mengonsumsi suplemen tersebut bersamaan dengan produk susu atau makanan tinggi serat.

Jika kamu memiliki pertanyaan atau sedang mengonsumsi obat-obatan, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan kamu sebelum memulai suplementasi seng.

3. Suplemen Magnesium

Susu belum terbukti mengurangi penyerapan magnesium dan mungkin aman bagi kebanyakan orang. Namun, kalsium dan magnesium memiliki beberapa jalur transportasi usus yang sama, sehingga mengonsumsi suplemen magnesium bersamaan dengan makanan tinggi kalsium seperti susu dapat sedikit mengurangi penyerapan.

Gagasan ini berasal dari penelitian metabolisme nutrisi dan bukan dari uji klinis langsung, dan efeknya belum terbukti signifikan secara klinis pada orang dewasa yang sehat.

Cara Mengonsumsi Magnesium Sebagai Pengganti

Pertimbangkan untuk mengonsumsi magnesium dengan air dan memberi jarak setidaknya satu hingga dua jam dari makanan kaya kalsium untuk mendukung penyerapan optimal.

4. Obat Tiroid (Levotiroksin)

Penelitian menunjukkan bahwa susu sapi dapat mengurangi penyerapan levotiroksin, kemungkinan besar karena kandungan kalsium dan proteinnya mengikat obat di saluran pencernaan. Ketika ini terjadi, lebih sedikit hormon tiroid yang tersedia untuk diserap tubuh kamu.

Cara Mengonsumsi Levotiroksin Sebagai Pengganti

Mengonsumsi levotiroksin saat perut kosong tetap merupakan cara paling efektif untuk mendukung penyerapan. Minumlah dosis kamu dengan air, 30-60 menit sebelum sarapan, dan tunggu setidaknya empat jam sebelum mengonsumsi susu atau produk susu lainnya.

5. Antibiotik Tertentu dan Obat Lainnya

Beberapa antibiotik terutama tetrasiklin dan fluoroquinolon sebaiknya tidak dikonsumsi dengan susu, mentega, yogurt, atau keju. Beberapa obat lain juga dapat mengalami penurunan penyerapan jika dikonsumsi bersama susu. Contohnya meliputi:

– Propranolol, penghambat beta
– Mercaptopurine, obat kemoterapi
– Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
– Digoxin, obat jantung
– Amiloride, diuretik
– Omeprazole, penghambat pompa proton
– Spironolactone, diuretik
– Ranitidine, obat GERD

Kalsium dalam susu mengikat molekul obat, membentuk senyawa yang tidak dapat diserap tubuh. Hal ini tentunya dapat mengurangi efektivitas obat.

Lakukan Ini Sebagai Gantinya

Minumlah antibiotik dengan air, dan untuk obat-obatan lain, hindari susu atau produk susu selama tiga jam sebelum dan sesudah minum obat.

 

SUMBER ARTIKEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 Cara Sederhana Ini Bantu Tubuh Melakukan Detoks Secara Alami

6 Cara Sederhana Ini Bantu Tubuh Melakukan Detoks Secara Alami