in ,

Mulai Ekspansi Luar Negeri, Tesla Bakal Bangun Pabrik di Cina

Dapat pinjaman total puluhan triliun rupiah dari beberapa bank di Cina

CakapCakap – Tesla Inc dikenal sebagai salah satu perusahaan otomotif raksasa dunia yang khusus untuk memproduksi mobil listrik. Bahkan, seperti yang Cakap People ketahui juga, mobilnya pun sudah ada dipasarkan di Indonesia saat ini. Nah, pada tahun 2020 ini sepertinya Tesla sudah siap untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dikabarkan akan segera membangun pabrik di Cina, sebagai pertamanya di luar AS, berkat pinjaman dari negara itu.

Tesla mendapatkan pinjaman total lebih Rp 20 triliun dari beberapa bank di Cina, yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik. Via youtube.com

Tesla dilaporkan telah berhasil mendapat pinjaman dengan total mencapai 1,29 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 18 triliun dari sejumlah bank di Cina, seperti yang dilansir oleh laman Tempo.co. Dana pinjaman melalui perjanjian berupa fasilitas pinjaman berjangka tersebut sendiri berasal dari beberapa bank di ‘Negeri Tirai Bambu’ itu, di antaranya China Construction Bank Corp, Agricultural Bank of China, Shanghai Pudong Development Bank, dan Industrial and Commercial Bank of China.

Sebelumnya, Tesla juga telah menandatangani perjanjian untuk fasilitas pinjaman bergulir tanpa jaminan dengan total mencapai 2,25 miliar Yuan atau setara dengan Rp 4,4 triliun. Total dana hingga puluhan triliun tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik Tesla Gigafactory 3 di Shanghai, Cina, yang sekaligus akan menjadi pabrik Tesla pertama di luar AS. Hal ini merupakan bagian dari ambisi Tesla untuk meningkatkan penjualan mobil listrik di dunia, sekaligus menghindari tarif impor lebih tinggi yang dikenakan pada mobil-mobil buatan AS di negara tersebut, termasuk juga di Asia.

Pabrik Tesla di Shanghai akan menjadi pabrik pertama mereka di luar Amerika Serikat. Via inews.id

Sementara itu, menurut laporan lainnya di laman Tempo.co, investasi Tesla ini pun tercatat sebagai investasi asing terbesar yang pernah masuk ke Shanghai. Peletakan batu pertama pabrik sendiri telah dilakukan pada tanggal 7 Januari 2019 lalu. Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengungkap di akun Twitter pribadinya bahwa konstruksi awal pabrik tersebut akan selesai pada musim panas ini. Pada tahap pertama akan memproduksi sekitar 250 ribu mobil per tahun, termasuk Tesla Model 3.

Selain itu, pabrik ini juga akan menggabungkan fungsi penelitian dan pengembangan, manufaktur, penjualan dan pusat inovasi kendaraan listrik, dengan target output tahunan 500 ribu mobil listrik di masa mendatang. Wah, mobil listrik Tesla bakal jadi lebih murah di Indonesia nih, Cakap People!

Comments

2 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Sederet Mobil Legendaris Ini ‘Disuntik Mati’ Tahun Ini, Apa Saja?

Doris Miller, Tentara Berdarah Afrika – Amerika Pertama yang Jadi Nama Kapal Induk AS