in ,

Masker dan Sarung Tangan Tidak Bantu Cegah Virus Corona di Pesawat, Kok Bisa?

David Powell, dokter ahli penerbangan IATA menyoroti penggunaan masker wajah dan sarung tangan di pesawat.

CakapCakapCakap People! Ratusan orang telah meninggal dunia akibat virus corona baru di China, termasuk telah menginfeksi puluhan ribu orang hingga saat ini. Virus yang bisa mematikan ini juga telah menyebar setidaknya di 27 negara. Alhasil, banyak orang yang merasa khawatir saat harus melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

Berbagai upaya dilakukan oleh para pelancong untuk menghindari dan mencegah tertular virus corona tersebut saat berada di dalam pesawat. Diantaranya adalah dengan mengenakan masker wajah dan sarung tangan. 

Dokter David Powell mengatakan bahwa penggunaan masker wajah dan sarung tangan tak bantu mencegah virus corona di pesawat. [Foto: AFP]

Mungkin mereka berpikir bahwa dengan mengenakan masker wajah dan sarung tangan itu bisa memberikan perlindungan terbaik terhadap penyakit saluran pernapasan yang ditimbulkan oleh virus corona baru tersebut.

Tapi faktanya, ahli kedokteran penerbangan terkemuka justru memperingatkan bahwa mengenakan masker wajah dan sarung tangan sesungguhnya tidak banyak membantu. 

Udara di kabin pesawat melewati filter yang menghilangkan 99,97 persen virus. Itu artinya, virus tidak dapat bertahan lama di kursi atau sandaran tangan. Orang lebih mungkin terkena infeksi melalui kontak fisik dengan penumpang lain.

Ilustrasi suasana di dalam pesawat. [Foto: Unsplash]

“Sarung tangan adalah salah satu saran pencegahan terburuk karena kamu akan menyentuh semua yang biasanya kamu sentuh dengan tangan dan mungkin tidak akan berpikir untuk membersihkannya sebelum, misalnya, menyentuh wajah,” kata dokter dan penasihat medis untuk International Air Transport Association (IATA), dokter David Powell, kepada Bloomberg, Kamis, 6 Februari 2020.

Ketika tangan seseorang menjadi panas dan berkeringat di dalam sarung tangan, itu malah akan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi mikroba untuk tumbuh. 

Selanjutnya, untuk masker wajah, hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa pemakaiannya akan melindungi seseorang dari virus.

Lain halnya jika masker wajah ini dikenakan oleh orang yang sakit. Mereka memang harus memakainya karena dapat membantu mencegah kuman agar tidak menyebar ke orang lain.

Dokter Powell mengatakan bahwa kamu juga harus sering mengganti maskernya. Jika tidak, virus dapat ditularkan melalui bahan. Menurutnya, dalam beberapa kasus, masker bahkan bisa menjadi tempat untuk berkembang bagi virus dan bakteri. 

Ilustrasi sejumlah penumpang saat akan naik ke pesawat. [Foto: Unsplash]

Cara terbaik untuk menghindari virus corona baru ini adalah dengan sering mencuci tangan, menurut dokter Powell. Dia juga menyarankan untuk sering mencuci atau membersihkan tangan, dan menggunakan tisu untuk menutupi wajah jika kamu batuk atau bersin.

“Kamu juga harus mencuci atau membersihkan tangan setelah itu dan menghindari menyentuh wajah setiap saat. Jika kamu menggunakan sanitiser [cairan pembersih tangan], pastikan yang  berbasis alkohol,” kata dokter Powell.

BLOOMBERG | THE SUN

Comments

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Begini Cara Memasak Bumbu Rica-rica Pedas Agar Tidak Langu

Robert Pattinson Dinobatkan Sebagai Pria Paling Tampan di Dunia Secara Ilmiah, Simak 10 Besar Lainnya!