in ,

COVID-19: Virus Corona Tetap Hidup Dalam Paru-Paru Meski Pasien Sudah Meninggal

Autopsi juga menunjukkan kerusakan parah pada sistem kekebalan pasien akibat penyakit COVID-19 ini.

CakapCakapCakap People! Sesuai standar operasi (SOP) yang berlaku, orang yang meninggal dunia akibat COVID-19 akan dikuburkan tanpa melibatkan keluarga dan khalayak ramai. Mereka akan dimakamkan oleh petugas yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Ada alasan yang sangat penting mengapa ahli medis tidak membiarkan kita menguburkan orang yang kita cintai yang sudah meninggal akibat COVID-19 dan melakukan pemakaman yang layak untuk mereka.

Itu karena ternyata virus COVID-19 masih dapat bertahan hidup di dalam paru-paru pasien yang sudah meninggal.

Ilustrasi, virus corona (COVID-19) ternyata dapat bertahan di dalam paru-paru pasien positif Corona meski telah meninggal dunia. [Foto: Hello Sehat]

Peneliti China melakukan post-mortem (autopsi) pada 29 pasien COVID-19 dan mereka menemukan bahwa virus tersebut tetap berada di dalam paru-paru korban bahkan setelah kematian mereka, melansir World of Buzz, Kamis, 26 Maret 2020.

Autopsi juga menunjukkan kerusakan parah pada sistem kekebalan pasien akibat penyakit COVID-19 ini. Di atas semua itu, infeksi virus ini tidak hanya menyebabkan perubahan patologis yang parah di paru-paru, tetapi juga merusak bronkiolus, yang membuat pasien lebih sulit untuk bernapas.

Oleh karena itu, mengingat fakta bahwa virus corona ini hidup kuat di dalam tubuh pasien yang sudah meninggal, untuk keamanan, maka anggota keluarga dan orang yang dicintai tidak diperkenankan untuk berinteraksi dengan jasad atau tubuh pasien COVID-19 yang telah meninggal untuk melindungi mereka dari penyebaran virus tersebut. 

Ilustrasi, hasil autopsi peneliti China juga menunjukkan kerusakan parah pada sistem kekebalan pasien akibat penyakit COVID-19 ini. [Foto: doktersehat]

Untuk itu, ada baiknya jika kita mematuhi saran dan instruksi yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah untuk mengambil bagian dalam pencegahan pandemi COVID-19 yang telah menyebar ke 198 negara di seluruh dunia ini, untuk melindungi diri kita, keluarga, orang-orang yang kita cintai dan masyarakat dunia dari infeksi virus mematikan ini.

Seperti diketahui, data per Kamis, 26 Maret 2020, hingga pukul 19.56 WIB, secara global, orang yang terinfeksi COVID-19 sudah mencapai 488.289, sebanyak  22.068 orang meninggal dunia, dan  117.608 dinyatakan pulih, menurut data Worldometers.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Skenario Terburuk, Kasus Positif COVID-19 di Jakarta Bisa Capai 8.000 Orang

Berikut Efek Samping Saat Kamu Duduk Terlalu Lama, Pahami yuk!