in ,

Bertoleransi, Seleksi MTQ Tana Toraja Berlangsung di Aula Gereja

CakapCakap – Cerita unik dan membanggakan datang dari Tana Toraja, sebuah kawasan wisata dan juga bertoleransi tinggi di Sulawesi Selatan. Tidak hanya sekali ini, Tana Toraja kembali muncul dengan berita yang positif dan menginspirasi. Pada April 2019 lalu, kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits XXXI 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja, dilaksanakan di Gedung Gereja. Pernahkah Cakap People mendapatkan cerita semenarik ini tentang toleransi umat beragama di daerah kalian?

Kemenag Toraja di STQH XXXI 2019
http://cdn2.tstatic.net/makassar/foto/bank/images/kepala-kemenag-tana-toraja-h-muhammad-saat-berfoto-bersama.jpg

Ya, seleksi tingkat provinsi yang tahun ini diselenggarakan di Kabupaten Tana Toraja, memang dilaksanakan di Gedung Gereja. Toraja dikenal sebagai kabupaten yang penduduknya mayoritas memeluk agama non muslim, yakni Kristiani dan agama lokal bernama Aluttodolo. Tetapi walaupun kondisi masyarakatnya yang beragama islam hanyalah minoritas, Kabupaten Tana Toraja sukses menggelar kegiatan tersebut. Kaswad S selaku Koordinator Dewan Hakim STQH XXXI 2019 mengaku takjub dan bangga ketika menyaksikan toleransi antar umat beragama di kabupaten tersebut. Jika biasanya kegiatan MTQ dilaksankaan di Masjid, Pesantren, atau lokasi netral lainnya, Kabupaten ini sukses menggelar perhelatan ini di gedung gereja.

Kaswad S dengan bangga berucap: “Tiba-tiba hatiku bergetar dahsyat dan bangga sekali ketika melihat daftar lokasi lomba STQH di Tana Toraja. Mungkin ini yang pertama kali terjadi dalam momentum seperti ini di Indonesia yang mana musabaqah (lomba) baca dan hafal Al-Qur’an dan al-Hadis berlokasi di lingkungan Gereja.”. Dari data yang dihimpun, ada 4 cabang yang dilombakan. Cabang Hifdz 10 dan 20 Juz dilombakan di Aula Gereja Katolik Makale, sementara itu Cabang Hifd 30 Juz, Tafsir dan Hadis dilombakan di Aula Gereja Toraja Makale. Selain itu, ada juga cabang lain yang dilaksanakan diluar gedung ibadah gereja, yakni di Masjid Raya Makale dan Plaza Kolam Makale.

Salah Satu Cabang Lomba MTQ di Toraja
https://updatekareba.com/wp-content/uploads/2019/04/FB_IMG_1556254241917.jpg

Tidak hanya sebatas gedung gereja, para pengurus atau majelis Gereja Katolik dan Gereja Toraja tersebut secara sukarela memberikan sumbangsih dalam bentuk kepanitiaan. Jadi tidak heran jika melihat daftar kepanitiaan acara tersebut, ada pihak non muslim yang memang sukarela ingin membantu mensukseskan kegiatan tersebut.

Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa fakta ini harus menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lain. Dengan mengangkat rasa kebersamaan dan toleransi diantara masyarakat yang berbeda agama, maka mewujudkan masyarakat yang satu dan beradab adalah hal yang sangat mudah.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Comments

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Cari Mobil SUV Bensin Paling Irit? Ini Pilihan Terbaik!

Cek Angka Terakhir di Tahun Lahir Kalian, Ada Maknanya Loh!