in

Keren! Kampung-kampung Makassar Diangkat dalam Bentuk Animasi

CakapCakap – Ayo siapa di antara kamu penggemar film animasi? Wah, hampir semua kalangan tentu gemar dengan animasi ya Cakap People. Bukan hanya karena cerita dalam film animasi itu sendiri yang terkadang membuat kita tersentuh tapi gambarnya juga bisa membuat kita berdecak kagum. Tidak heran penggemarnya banyak sekali, terutama animasi Jepang atau Anime. Lalu bagaimana dengan karya animasi anak negeri? Simak yang satu ini deh.

Tanahindie menjadi salah satu dari 25 pameris di Pekan Seni Media 2018: Local Genius, di Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, yang berlangsung 26 Agustus – 2 September 2018. Tanahindie merupakan lembaga nirlaba berdiri sejak 1999 yang mengutamakan programnya pada kajian & diskusi/seminar, lokakarya, pameran, perisalahan, dan penerbitan bertopik beragam ekspresi dan perkembangan masyarakat kota mutakhir.

Kali ini, Tanahindie akan memamerkan karya animasi yang menvisualisasikan perkembangan enam puluh tahun Paropo, perkampungan di kawasan Panakkukang, salah satu wilayah di Kota Makassar yang berubah cepat, yang agaknya lantaran menjadi daerah pusat perekonomian.

Salah satu potongan gambar animasi Paropo di tahun 1950 via Tanahindie.

Paropo merupakan salah satu kawasan bersejarah di Makassar yang dihuni oleh komunitas yang melestarikan beberapa kesenian rakyat, salah satu di antaranya teater rakyat Kondo Buleng.

Karya ini merupakan rangkuman penelitian Tanahindie sejak awal 2017 yang bertema “Halaman Rumah/Yard”. Dengan dukungan Stichting Doen dan Arts Collaboratory (Belanda), kolektif yang memfokuskan perhatian mereka para kajian urban ini berusaha menelisik menggunakan berbagai metodologi, alat, sumber, dan kalangan, seperti pencatatan, wawancara, sejumlah media rekam yang dengan melibatkan mahasiswa, seniman, pengacara, penulis, ibu rumah tangga, sampai dosen.

Ini menjadi salah satu bentuk upaya Tanahindie dalam berfokus pada soal pustaka dan mengarsipkan kota secara vernakular. Lantaran sumber-sumber visual terkait Makassar sangat jarang ditemukan sampai sekarang, Tanahindie menjadikannya tawaran lain sebagai media arsip, pengetahuan, dan pembelajaran semua kalangan.

Menggunakan media/teknologi animasi, karya ini terdiri dari perca dan serakan gambar di media daring dengan metode 3S (selancar-salin-susun) yang ’dijahit’ menggunakan seni grafis, seni bunyi, dll. Usai memamerkannya di Pekan Seni Media 2018, Tanahindie berencana meluncurkan dan memperkenalkan hasil ini ke khalayak.

“Kami harap, karya ini menjadi ‘pintu’ mengobrolkan ke warga dan banyak kalangan untuk bersama mengobrolkan kota (Makassar) dan segala perkembangannya,” kata Anwar Jimpe Rachman, kurator karya ini.

Proyek ini semakin menguatkan Tanahindie untuk membuat dan menyusun cerita-cerita yang tersebar di banyak tempat di Makassar dalam sudut pandang vernakular atau sudut pandang warga tempatan. Tanahindie merencanakan ini sebagai proyek pertama untuk proyek serupa yang akan mengundang sejumlah pihak untuk berpartisipasi. Wah keren ya Cakap People!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Pesta Komunitas Makassar 2018 Serukan Akhir Pekanmu!

5 Varian Nugget Pisang Ini Bakalan Bikin Kamu Ngiler