in ,

Wah, Kopi Pernah Picu Perang 2 Kerajaan di Sulsel

Cakapcakap – Sekarang ini, masyarakat begitu digandrungi berbagai macam penyajian kopi, mulai dari yang tradisional maupun hingga yang paling modern. Hampir merata di seluruh tempat, kita bisa menemui berbagai macam warung kopi, hingga coffee shop yang mewah. Tapi tahukah Cakap People tentang sejarah kopi yang ternyata sempat memicu perang dua kerajaan di Sulawesi Selatan?

Sejak abad ke-17, Kopi sudah menjadi primadona di Sulawesi Selatan. Bahkan meluasnya kopi di daerah ini merupakan salah satu program tanam paksa Hindia-Belanda pada abad tersebut. Aturan pemerintah yang keluar dari Jenderal Hindia-Belanda waktu itu, Johannes van den Bosch, mewajibkan setiap daerah jajahan untuk mematuhi Cultuurstelsel, yakni menanam komoditi ekspor, termasuk didalamnya adalah kopi.

Kopi Arabika
https://news24xx.com/thumb/news/1535684766.jpg

Perang Kopi di Sulawesi Selatan sendiri terjadi sekitar tahun 1800-an. Awalnya sebelum kedatangan Hindia-Belanda, biji kopi pertama kali dibawa oleh pedagang Islam yang berlabuh di tanah Sulawesi, kemudian tersebar ke daerah Toraja dan Enrekang. Kopi ini yang kemudian dikembangkan oleh masyarakat lokal menjadi beberapa jenis, misalnya kopi Kaa atau Arabika, yakni kopi berenergi. Kopi yang dianggap berkhasiat dan memiliki aroma yang harum ini kemudian diikembangkan oleh penguasa lokal, khususnya dari Kerajaan Luwu. Mereka bekerjasama dengan para petani di Tana Toraja, untuk mengamankan jalur distribusi dan perdagangan kopi tersebut. Dengan jalur yang sudah diblokir ini, orang yang akan lewat ke wilayah tersebut harus membayar semacam retribusi.

Ternyata, selain Kerajaan Luwu, ada juga Kerajaan Sidenreng Soppeng  dan Kerajaan Bone yang juga melirik kopi sebagai komoditas perdagangan utama mereka. Dengan persaingan yang muncul dari antar kubu, akhirnya terjadi perang yang memperebutkan penguasaan komoditas ini. Kedua kelompok ini masing-masing menguasai jalur perdagangan dan pendistribusian kopi. Mereka saling memblokir, dan merekayasa agar komoditas dari kubunya bisa menang di pasaran.

Ilustrasi Perang Kopi yang terjadi di Sulsel
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/ee/De_overvalling_der_Sam-tjam-foei.jpg

Wah, ternyata kopi yang saat ini bisa ditemukan dimana-mana, pada jaman kerajaan dulu pernah hadir dalam sejarah perang antar kubu kerajaan, ya! Fakta ini tentunya mewarnai jejak sejarah negara Indonesia terutama di jaman Kerajaan, bahwa peperangan antar Kerajaan bisa dipicu oleh komoditas hasil panen masyarakat, termasuk salah satunya adalah kopi.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Satu-satunya di Sulawesi, Parepare Raih Anugerah Nasional

Festival F8 Jadi Kebanggaan Masyarakat Sulawesi Selatan