in ,

Pecinta Otomotif Wajib Tahu! Ini Tips Perawatan Baterai Mobil Listrik Biar Awet

Biaya perbaikan atau penggantian baterai mobil listrik ternyata sangat mahal

CakapCakap – Era kendaraan listrik sudah dimulai di Indonesia. Belakangan ini, sudah makin banyak para pecinta otomotif yang memilih untuk menggunakan mobil listrik. Cakap People mungkin juga termasuk salah satunya. Namun, perlu diketahui bahwa kondisi baterai menjadi salah satu tantangan bagi para pemilik mobil listrik. Jika tidak memberikan perawatan yang tepat dan benar, maka kondisi baterai bisa terus-menerus menurun, dan sewaktu-waktu kesehatan baterai akan bisa berkurang.

Sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan fasilitas pengisian cepat (quick charger) agar baterai mobil listrik bisa awet. Via motor1.com

Menurut Head of Technical Service & CS Support Section PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwansyah, ada tips agar baterai mobil listrik bisa lebih awet. Salah satu adalah jangan terlalu sering menggunakan fasilitas pengisian cepat atau quick charger. “Memang yang dianjurkan itu untuk me-maintain baterai adalah normal charging, yaitu dicas semalaman dibanding quick charge,” ungkap Irwansyah menjelaskan, seperti dimuat laman CNNIndonesia.com.

Dijelaskannya lagi, fasilitas quick charger terkadang memang dibutuhkan jika sewaktu-waktu mobil listrik habis baterainya. Namun, pemilik mobil listrik disarankan agar tidak terlalu sering memakai quick charger. “Jadi quick charge itu bisa digunakan kalau dalam perjalanan jauh, dan ada quick charger station di jalan, itu silakan. Tapi memang rekomendasi terbaiknya normal charging di rumah supaya lifetime baterai terjaga dengan baik,” kata Irwansyah lagi menambahkan keterangannya.

Baterai mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV bisa tahan sampai 10 tahun, tergantung cara pemakaian dan suhu. Via mitsubishi-motors.co.uk

Seperti diketahui, Mitsubishi sendiri baru saja meluncurkan mobil listrik Mitsubishis Outlander PHEV di Indonesia. Mobil ini merupakan kendaraan listrik jenis plug-in hybrid electric vehicle. Disampaikan oleh Irwansyah, berdasarkan informasi dari prinsipal Mitsubishi di Jepang, baterai mobil Mitsubishi Outlander PHEV sendiri bisa tahan sampai 10 tahun lamanya. Namun, kondisinya itu memang bisa berbeda-beda, bahkan bisa lebih cepat menurunnya tergantung cara pemakaian, suhu dan lainnya.

Ditambahkan lagi oleh Irwansyah, kalau baterai mobil listrik mengalami kerusakan, maka biaya untuk penggantiannya cukup mahal. Penggantian baterai Mitsubishi Outlander PHEV saja bisa tembus Rp 200 juta. “Kira-kira Rp 200 juta termasuk jasa. Pemasangannya kira-kira setengah hari sampai satu hari, karena cukup kompleks konstruksinya,” pungkas Irwansyah. Nah, hati-hati ya, Cakap People!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Berikut Tanda Jika Mantan Tak Akan Mengajak Balikan, Move On ya!

Ini Dia Makanan yang Ampuh Bisa Usir Mual Saat Hamil