in ,

Menkes RI: Indonesia Bakal Mulai Suntikan Booster untuk Masyarkat Mulai 12 Januari

Sekitar 21 juta orang akan tercakup dalam program booster bulan ini, kata Menkes Budi.

CakapCakapCakap People! Indonesia akan mulai memberikan suntikan booster COVID-19 kepada masyarakat umum mulai 12 Januari 2022. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, Senin, 3 Januari 2022.

Petugas kesehatan sudah diberi dosis booster pada bulan Juli 2021 dan rencananya sekarang suntikan booster bakal mencakup semua orang dewasa yang minimal sudah mendapat suntikan kedua lebih dari enam bulan. Sekitar 21 juta orang akan tercakup dalam program booster bulan ini, kata Budi, melansir Channel News Asia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. [Foto: Dok. BNPB]

“Program vaksinasi booster sudah diputuskan oleh bapak Presiden akan jalan tanggal 12 Januari. Ini diberikan ke golongan dewasa di atas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi WHO,” kata Budi dalam Konferensi Pers Rapat Terbatas Hasil Evaluasi PPKM, Senin, 3 Januari 2022.

Budi juga menjelaskan bahwa vaksinasi booster nantinya akan dimulai dari kabupaten/kota yang telah mencapai cakupan vaksinasi dosis pertama 70% dan 60% vaksinasi dosis kedua. Adapun sampai saat ini sudah ada 244 kabupaten/kota yang telah memenuhi kriteria tersebut.

Indonesia telah menggunakan vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech China, Pfizer/BioNTech atau Moderna untuk program vaksinasinya sejauh ini.

Budi mengatakan pada konferensi pers bahwa negara ini akan membutuhkan sekitar 230 juta dosis untuk booster dan telah mengamankan hampir setengah dari jumlah tersebut.

Ilustrasi vaksin COVID-19. Menkes RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan negara ini akan membutuhkan sekitar 230 juta dosis untuk booster dan telah mengamankan hampir setengah dari jumlah tersebut. [Foto: Reuters]

“Jenis booster-nya nanti akan kita tentukan, ada yang homolog atau jenisnya sama ada yang heterolog atau jenis vaksinnya berbeda. Mudah-mudahan nanti akan bisa segera diputuskan, tanggal 10 Januari sudah keluar rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” kata Budi.

Varian Omicron telah menginfeksi lebih dari 150 orang di Indonesia sejak terdeteksi bulan Desember 2021 lalu, yang mayoritas adalah dari pelaku perjalanan internasional.

Budi mengatakan enam kasus Omicron berasal dari transmisi lokal di ibu kota Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali.

Indonesia bergulat dengan gelombang kedua infeksi pada bulan Juli 2021 lalu, tetapi jumlah kasus COVID-19 di negara ini telah melandai sejak saat itu.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Korea Selatan: Pria yang Melintasi Zona Demiliterisasi (DMZ) Adalah Pembelot dari Korea Utara

AS Catat Rekor Harian Global Lebih dari 1 Juta Kasus COVID-19