in ,

Menangis Bukan Tanda Kelemahan: Ini Tanda Kesehatan Mental yang Baik, Berikut 6 Alasannya!

Karena sesungguhnya menangis adalah sebuah tanda kekuatan.

CakapCakapCakap People! Dalam budaya kita, ekspresi luar kesedihan, seperti terkulai dan menangis, biasanya dianggap sebagai tanda-tanda rasa tidak aman dan lemah. Tak adil rasanya ketika banyak dari kita yang meluapkan kesedihan dengan menangis lantas dikatakan sebagai kelemahan. Karena sesungguhnya menangis adalah sebuah tanda kekuatan.

Ilustrasi. [Foto: Unsplash]

Bahkan, tahukah kamu bahwa selain menjadi pertanda kekuatan, menangis bermanfaat bagi kesejahteraan kamu secara keseluruhan? Menangis adalah respons alami dan sehat terhadap kesedihan dan frustrasi. Ini adalah cara yang efektif untuk menurunkan stres emosional, yang jika dibiarkan atau dipendam, dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan fisik kamu. 

Jadi, jika suatu hari kamu mulai menangis di depan seseorang dan khawatir mereka mungkin berpikir bahwa kamu lemah dan tidak aman, pastikan kamu menyingkirkan pikiran-pikiran itu. Karena menangis bukan berarti kamu lemah — itu sebenarnya berarti kamu sehat secara mental dan kuat. Tak mengapa jika kamu menangis, baik pria maupun wanita.

Ilustrasi. [Foto: Pixabay]

Inilah alasan menangis bukanlah pertanda kelemahan, tapi menunjukkan sehat secara mental dan kuat, seperti dituliskan Riley Cooper di The Power of Silence:

1. Menangis memungkinkan kamu untuk menurunkan tingkat stres dan melepaskan emosi yang terpendam.

Menangis bisa mengurangi emosi kamu saat misalnya kamu terluka baik mengarah pada gangguan emosi atau pertengkaran sengit dengan seseorang. Sehingga menangis bisa menghilangkan semua kemarahan yang menumpuk pada seseorang.

Di sisi lain, menangis melepaskan emosi, stres, dan kecemasan yang terpendam dengan menstimulasi pelepasan endorphin, hormon “bahagia” yang bertindak sebagai stres alami dan penghilang rasa sakit.

Jadi, saat kamu melewati masa-masa sulit, menangis memungkinkan kamu melepaskan emosi buruk, yang pada gilirannya memungkinkan kamu untuk berpikir lebih jernih tentang masalah atau rasa sakit yang mungkin kamu hadapi dan tidak terlalu terbebani olehnya.

2. Kamu menghadapi emosi secara langsung.

Mudah untuk mengabaikan atau menekan emosi kamu yang kuat. Menghadapi emosi itu sendiri secara langsung adalah hal yang sulit. Jadi, jika kamu adalah seseorang yang sering menangis, jangan biarkan siapa pun membuat kamu berpikir bahwa kamu lemah. Karena menangis berarti kamu tidak takut menghadapi emosi negatif kamu. Ini berarti bahwa kamu melepaskan emosi itu dengan bebas dan kamu membiarkan diri kamu merasakannya sebagaimana adanya.

3. Kamu juga menghadapi tantangan hidup secara langsung.

Menangis bukan berarti kamu tidak mampu menghadapi tantangan dan kesulitan hidup. Alih-alih, menangis menunjukkan bahwa kamu kuat dan bertekad untuk mengatasi masalah atau kesedihan yang kamu alami, karena kamu tidak mencoba melarikan diri darinya.

4. Menangis menunjukkan kamu tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang dirimu.

Ada banyak stigma yang melekat pada tangisan. Misalnya, jika dia menangis, itu karena dia merasa tidak aman, tidak stabil, atau lemah, atau karena dia membutuhkan perhatian orang lain. Dan jika dia menangis, itu karena dia pengecut atau karena dia pecundang atau karena dia tidak cukup jantan. Generalisasi semacam itu mendorong wanita dan pria untuk menekan emosi negatif mereka.

Tetapi, jika kamu seseorang yang sering menangis dan tidak memiliki masalah menangis di depan umum, maka ini menunjukkan bahwa kamu tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang kamu. Ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan emosional dan mental kamu lebih penting bagi kamu daripada pendapat orang lain tentang kamu.

5. Menangis menunjukkan bahwa kamu tidak takut mengungkapkan emosi kamu di depan orang lain.

Dibutuhkan orang yang berani dan kuat secara mental untuk membiarkan emosi negatifnya diekspos di depan orang lain dengan risiko dihakimi, disalahpahami, atau diejek. Sebagian besar dari kita takut mengambil risiko ini. Tapi, orang yang menangis tidak pernah berpikir dua kali untuk mempedulikannya. Jadi, menangislah saja.

6. Menangis mengembalikan keseimbangan emosional.

Kamu tidak hanya menangis ketika sedang sedih. Terkadang kamu menangis ketika kamu sangat bahagia, senang, stres, atau takut. Menangis dengan cara ini dapat membantu tubuh kamu mengembalikan keseimbangan emosional.

Ketika kamu sangat takut atau bahagia tentang sesuatu dan menangis, ini mungkin cara tubuh kamu pulih dari mengalami emosi yang intens.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Tingkatkan Nilai IPM Kabupaten Takalar, Inilah Program Kerja Andalan Mahasiswa KKN UNHAS di Desa Galesong Baru

Hubungan LDR Makin Renggang? Bangun Lagi Keyakinan dengan Cara Berikut!