in ,

Bocah 12 Tahun Ini Menulis Surat Kepada Donald Trump; “Mengapa Anda Selalu Mengekspor Limbah Sampah Ke Negara Saya?”

Banyaknya sampah impor yang masuk ke Jawa Timur, mendorongnya menulis surat tersebut.

CakapCakapCakap People! Lonjakan impor limbah sampah ke kota-kota di Jawa Timur telah mendorong bocah yang beranjak remaja berusia 12 tahun untuk menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Lewat surat itu, ia memprotes tentang sampah AS yang masuk ke Indonesia.

Ia adalah Aeshnina Azzahra, berasal dari Gresik, Jawa Timur. Ia menulis bahwa sungai di lingkungannya “sangat kotor dan bau” karena banyak pabrik membuang limbah mereka dengan sembarangan di tanah dan air.

Aeshnina mengatakan bahwa dia harus menulis surat kepada Trump karena AS adalah salah satu pengekspor limbah terbesar ke Indonesia.

Sebuah surat dari Aeshnina Azzahra, 12, dari Gresik, Jawa Timur, kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengungkapkan kehancurannya tentang sampah yang membanjiri lingkungannya. (Sumber: Bracsip)

“Mengapa Anda selalu mengekspor limbah Anda ke negara saya? Mengapa Anda tidak mengurus limbah Anda sendiri, “tulisnya dalam suratnya.

Aeshnina juga berpartisipasi dalam protes yang diadakan oleh para pencinta lingkungan di depan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Jawa Timur, pada hari Jumat.

Dia mengatakan limbah Amerika juga telah mencemari lautan Indonesia dan dikonsumsi oleh hewan laut. Mengekspresikan kesedihannya tentang lingkungan tempat tinggalnya, Aeshnina berharap suatu hari akan menjadi bersih kembali.

Koalisi Sungai Brantas (Bracsip), kelompok yang melakukan aksi di depan kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat mengirimkan surat Aeshnina beserta pernyataannya sendiri.

Koordinator Bracsip Prigi Arisandi mengatakan kelompok itu telah mendorong penduduk Jawa Timur untuk berbicara tentang bagaimana sampah impor telah memperburuk lingkungan mereka.

Menurut Bracsip, AS mengekspor 150.186 ton kertas bekas ke Indonesia pada 2018, enam kali lebih banyak yang dikirim setahun sebelumnya. Diduga peningkatan impor limbah yang luar biasa disebabkan oleh harga yang lebih rendah yang ditawarkan oleh perusahaan Indonesia dibandingkan dengan negara lain.

Jawa Timur sendiri dikenal sebagai penghubung bagi produsen kertas dan karton, dengan penduduk beberapa desa di Surabaya, Gresik dan Mojokerto bekerja sebagai penyortir sampah bagi perusahaan.

Tetapi lingkungan di Jawa Timur yang menerima sampah tidak memiliki sistem pengolahan limbah yang baik.

Untuk mengakhiri krisis, pemerintah telah menindak pelabuhan di Surabaya dan Batam, Kepulauan Riau, untuk menghentikan kontainer yang diisi plastik bekas dan kertas yang dicampur dengan bahan beracun dan berbahaya, seperti limbah elektronik.

Seorang pejabat bea dan cukai di Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur, memegang halaman depan harian Australia selama inspeksi pada hari Selasa. Kantor sedang bersiap untuk mengirim kembali kontainer limbah kertas yang terkontaminasi ke negara asal mereka, Australia. (JP / Wahyoe Boediwardhana)

Pada hari Selasa, Kantor Bea dan Cukai di Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya mengumumkan bahwa mereka akan mengembalikan delapan kontainer limbah kertas dari Australia setelah menemukan mereka terkontaminasi dengan bahan berbahaya.

Prigi mengatakan kantor itu telah mengirim surat pada bulan Maret ke kedutaan AS tetapi belum menerima tanggapan.

“Pada titik ini, Presiden [Indonesia] harus mengirim pemberitahuan ke [kedutaan AS],” kata Prigi. “Indonesia tidak menerima limbah rumah tangga; kami hanya mengambil limbah kertas karena bisa menjadi sumber ekonomi bagi pabrik-pabrik di sini. ”

THE JAKARTA POST

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Stok Masih Banyak, Ini Cara Unik BMW Indonesia Habiskan Model Lama BMW Series 3!

Punya Nama Sangat Disegani, Tak Disangka Capres dan Cawapres Ini Miliki Daftar Makanan Favorit yang Indonesia Banget!