in ,

Pengunjung Museum Louvre di Paris Turun, Ini Penyebabnya

“Kami adalah satu-satunya lembaga budaya di dunia yang melakukan ini […],” tambahnya.

CakapCakapCakap People! Jumlah pengunjung Museum Louvre di Paris turun menjadi 9,6 juta pada 2019. Penurunan tersebut terjadi lantaran pihak museum berupaya untuk membatasi kepadatan pengunjung. Demikian diungkapkan Direktur Museum Louvre, Jean-Luc Martinez, Jumat, 3 Januari 2020.

Setelah angka pengunjung meroket seperempat tahun sebelumnya ke rekor 10,2 juta, museum yang paling banyak dikunjungi di dunia ini mengatakan bahwa pihaknya secara aktif membatasi para wisatawan di bulan-bulan puncak musim panas.

View this post on Instagram

. 🇫🇷 Vous êtes désormais plus de 3 millions à nous suivre ! Merci infiniment ! 🙏 Rendez-vous en story ☝️ —— 🌍 You are now 3 millions following us! Thank you so much! 🙏 Check our story ☝️ – 📷 Vue de la Pyramide du Louvre © Ieoh Ming Pei // © 2019 Musée du Louvre, Nicolas Guiraud. . . . #30ansPyramide #Louvre #LouvreMuseum #MuséeDuLouvre

A post shared by Musée du Louvre (@museelouvre) on

“Perubahan nyata itu terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus,” kata Direktur Museum Louvre, Jean-Luc Martinez, kepada AFP. Pihak museum “dengan sengaja” memangkas jumlah pengunjung sebanyak 600.000 orang.

“Kami mencoba membatasi jumlahnya sehingga tidak akan ada lebih dari satu juta pengunjung per bulan, seperti yang terjadi pada 2018.”

Untuk melakukan itu, Martinez mengatakan banwa museum ditutup sepenuhnya selama beberapa hari selama musim puncak musim panas, ketika ibu kota Prancis juga dilanda gelombang panas.

“Kami adalah satu-satunya lembaga budaya di dunia yang melakukan ini […],” tambahnya.

“Kami melakukan ini karena kami ingin menyambut orang lebih baik dan tidak hanya menerima lebih banyak pengunjung.”

Museum Louvre sejauh ini adalah museum yang paling banyak dikunjungi di dunia, kemudian disusul Museum Nasional Cina di Beijing dengan 8,6 juta pengunjung, dan Museum Seni Metropolitan New York, yang menarik 7,3 juta orang pada 2018.

Martinez menjelaskan, setengah dari pengunjung Museum Louvre yang melakukan reservasi secara online, telah membantu pihaknya mengatur jumlah pengunjung.

Pemesanan atau reservasi tiket di awal adalah wajib bagi pengunjung yang ingin menyaksikan pertunjukan larisnya Leonardo da Vinci, namun Martinez mengatakan pihaknha tidak ingin memaksa semua pengunjung untuk memesan kunjungan mereka jauh sebelumnya.

Sekitar 180.000 orang memesan tiket untuk menyaksikan pertunjukan Leonardo “sekali seumur hidup” pada minggu sebelum dibuka pada akhir Oktober.

Acara tersebut mendorong angka pengunjung naik 14 persen pada bulan November, pihak museum sekarang menambah enam malam pertunjukan tersebut untuk mengatasi permintaan sebelum ditutup pada akhir Februari.

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa hanya dengan membuat reservasi Anda dijamin masuk ke museum dalam waktu 30 menit,” desak Martinez.

Martinez juga memuji keberhasilan titik baru Museum Louvre di Abu Dhabi, yang telah menarik lebih dari dua juta pengunjung dalam dua tahun, “terutama dari India”.

Museum satelitnya yaitu Lens di Prancis utara juga telah melewati tanda setengah juta pengunjung untuk pertama kalinya tahun ini, demikian ditambahkan Martinez.

THE JAKARTA POST

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Berikut Cara Cegah Kanker Sedari Dini!

Liburan Telah Usai, Begini Tips Supaya Tetap Bugar dan Sehat!