in ,

Mansa Musa, Orang Terkaya Sepanjang Sejarah. Dari Mana Sumber Kekayaannya?

CakapCakap – Mansa Musa. Dia adalah orang terkaya dalam sejarah, yang kekayaannya terlalu besar untuk dibayangkan. Bahkan, orang terkaya sedunia saat ini seperti pendiri Amazon Jeff Bezos pun tak bisa menandingi kekayaannya.

Mengutip Mirror, Selasa, 9 April 2019, Mansa Musa adalah raja dari Kerajaan Mali, Afrika, pada abad ke-14. Jika Jeff Bezos tercatat memiliki harta senilai US$131 miliar, atau sekitar Rp1.834 triliun, kekayaan ini masih tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekayaan Kaisar Musa ini.

Foto : Mirror

Majalah Time mencatat bahwa Raja Mali abad ke-14 ini adalah orang yang lebih kaya yang memiliki kekayaan yang tak bisa tergambarkan. 

Cakap People! Kekayaan Mansa Musa juga disebut-sebut mengalahkan kekayaan orang terkaya kedua sepanjang masa, yaitu kaisar Romawi Augustus Caesar, yang diperkirakan memiliki kekayaan mencapai US$4,6 triliun, atau sekitar Rp65.178,26 triliun.

Menurut sejarawan, saking kayanya, Mansa Musa yang juga terkenal dermawan, memberikan sebagian hartanya kepada orang-orang miskin saat berkunjung ke Kairo, Mesir. Tak tanggung-tanggung, ia menyumbangkan emas. 

Sumbangan emas ini bahkan hampir menghancurkan ekonomi Mesir saat itu. Membutuhkan waktu 12 tahun untuk kembali membangun ekonomi Mesir. Mansa Musa membeli kembali dengan bunga tinggi atas sebagian emas yang telah disumbangkannya untuk membantu memulihkan perekonomian Mesir ketika itu.

Profesor sejarah di University of Michigan, Amerika Serikat, Rudolph Ware, menjelaskan, Musa merupakan seorang pria yang kaya raya. Dia mampu menguasai dan menghasilkan emas berlipat ganda yang dimiliki. “Dialah pria terkaya yang pernah dilihat orang,” kata Ware.

Inilah Sumber Kekayaan Mansa Musa

Musa menjadi penguasa Kekaisaran Mali di Afrika barat pada tahun 1312. Ia naik takhta setelah pendahulunya Abu-Bakr II hilang dalam perjalanan laut untuk menemukan tepi Samudra Atlantik.

Sebelum Mansa naik takhta, Abu Bakar dilaporkan melakukan ekspedisi dengan armada 2.000 kapal dan ribuan pria, wanita dan budak, dan tidak pernah kembali.

Musa mewarisi kerajaan yang Abu Bakr II tinggalkan, pada saat negara-negara Eropa sedang berjuang karena perang saudara dan kurangnya sumber daya. Sebaliknya, Mali sarat dengan sumber daya alam yang menguntungkan, terutama emas.

Dan di bawah pemerintahan Mansa Musa, kekaisaran yang sudah makmur tumbuh hingga tiga kali ukurannya, membentang 2.000 mil dari pantai Atlantik dan meliputi apa yang sekarang menjadi sembilan negara Afrika barat.

Mansa Musa juga mencaplok 24 kota, termasuk pusat perdagangan penting Timbuktu.

Dan ketika kekaisaran Mansa Musa tumbuh, demikian pula kekayaannya – selama masa pemerintahannya, kekaisaran Mali menyumbang hampir setengah dari emas Dunia Lama, demikian menurut British Museum.

Kathleen Bickford Berzock, spesialisasi dalam seni Afrika di Block Museum of Art di Universitas Northwestern, mengatakan: “Sebagai penguasa, Mansa Musa memiliki akses yang hampir tak terbatas ke sumber kekayaan yang paling bernilai di dunia abad pertengahan.

“Pusat-pusat perdagangan utama yang berdagang emas dan barang-barang lainnya juga berada di wilayah Mansa Musa dan dia mengumpulkan kekayaan dari perdagangan ini.”

Baru pada tahun 1324 dunia luar melihat kekayaan raja Mansa yang menakjubkan.

Mansa juga mendanai literatur dan membangun sekolah dan perpustakaan. Menjadikan Timbuktu sebagai pusat pendidikan, tempat orang-orang bepergian dari seluruh dunia untuk belajar.

Foto : Mirror

Mansa Musa Meninggal, Kerajaan Mali Runtuh

Setelah Mansa Musa meninggal pada 1337, dalam usia 57, kekaisaran diwarisi oleh putra-putranya yang tidak bisa menyatukannya. Negara bagian yang lebih kecil terputus dan kekaisaran runtuh.

Namun kepopuleran Mali sebagai tempat kekayaan yang luar biasa, pada akhirnya menyebabkan kejatuhannya dengan ketertarikan Portugis pada kerajaan tersebut. Kerajaan Mali yang pernah jaya saat dipimpin Mansa Musa akhirnya jatuh pada puncaknya setelah serangan laut Portugis yang dimulai pada abad ke-15.

Mansa Musa, dan kekaisarannya yang mewah di Afrika, akhirnya hanya terbatas pada catatan sejarah.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

2 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Hendak Beli Citycar? Coba Perhatikan 3 Hal Berikut!

Diam-diam BTS Rilis Teaser Kolaborasi Bareng Halsey “Boy with Luv”