in ,

Inggris Bakal Akui Sinovac, Sinopharm China dan Covaxin India Dalam Daftar Vaksin COVID-19 yang Disetujui

Kasus COVID-19 Inggris turun 16,6% selama seminggu terakhir

CakapCakapCakap People! Inggris mengatakan akan mengakui vaksin COVID-19 yang masuk dalam Daftar Penggunaan Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhir bulan ini. Negara itu bakal menambahkan Sinovac China, Sinopharm (China) dan Covaxin India ke dalam daftar vaksin yang disetujui untuk pelancong yang datang ke Inggris.

Perubahan, yang mulai berlaku pada 22 November ini, akan menguntungkan orang-orang yang sudah divaksinasi penuh dari negara-negara termasuk Uni Emirat Arab, Malaysia dan India, Reuters melaporkan.

Botol vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac China di digambarkan di dalam laboratorium produksi yang baru diresmikan yang ditunjuk untuk memproduksi vaksin, di Constantine, Aljazair, 29 September 2021. [Foto: REUTERS/Ramzi Boudina]

Aturan perjalanan sedang disederhanakan lebih lanjut karena semua orang di bawah usia 18 tahun akan dimasukkan dalam kategori sebagai divaksinasi penuh di perbatasan dan akan dapat memasuki Inggris tanpa mengisolasi diri pada saat kedatangan, Departemen Transportasi mengatakan pada hari Senin, 8 November 2021.

Kasus COVID-19 Inggris turun 16,6% selama seminggu terakhir.

Inggris telah melaporkan 32.322 kasus baru COVID-19, data pemerintah menunjukkan pada hari Senin, 8 November 2021, yang berarti kasus yang dilaporkan antara 2 November hingga 8 November turun 16,6% dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya.

57 orang lainnya dilaporkan meninggal dalam 28 hari setelah tes positif COVID-19, yang berarti total tujuh hari naik 8,2% dari minggu sebelumnya.

Perubahan jumlah kematian biasanya tertinggal dari kasus.

Inggris Akui Sertifikat Vaksinasi Indonesia; Keluar dari Daftar Merah Perjalanan

Pemerintah Inggris juga juga sudah mengumumkan mengakui bukti vaksinasi COVID-19 di Indonesia mulai Senin, 11 Oktober 2021.

Ilustrasi. [Foto: PAVLO GONCHAR / SOPA / KAWAT ZUMA / ALAMY via LATIMES]

Indonesia juga akan segera keluar dari daftar merah perjalanan Inggris dan dengan demikian, kedatangan akan dibebaskan dari karantina hotel. Perubahan ini mulai berlaku mulai 11 Oktober tepatnya pukul 04.00 pagi waktu setempat di Inggris, menurut Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, seperti dilaporkan Jakarta Globe.

Wisatawan harus menyelesaikan vaksinasi mereka setidaknya 14 hari sebelum tiba di Inggris. Hitungan 14 hari dihitung mulai sehari setelah tanggal terakhir kamu mengambil vaksin kedua.

“Hari Anda mendapatkan dosis terakhir Anda tidak dihitung sebagai salah satu dari 14 hari,” tulis Kedutaan Besar Inggris di Jakarta di akun Facebook resmi mereka.

Selain itu, sertifikat vaksin harus dikeluarkan oleh otoritas kesehatan masyarakat tingkat nasional atau negara bagian — baik dalam bahasa Inggris, Prancis, atau Spanyol.

Pelancong yang sudah divaksinasi lengkap masih harus mengikuti tes hari kedua yang telah dipesan sebelumnya setelah tiba di Inggris.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Depkes NSW Australia: Orang yang Tidak Divaksinasi 16 Kali Lebih Mungkin Meninggal Karena COVID-19

Singapura Longgarkan Aturan Perbatasan COVID-19 untuk Negara-negara Asia Tenggara