in ,

Banjir dan Longsor, Gubernur Jawa Barat Tetapkan Status Darurat Hingga 7 Januari

Ditetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana tanah longsor untuk enam (6) daerah di Jabar.

CakapCakapCakap People! Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan status darurat pada hari Jumat, 3 Januari 2020, setelah banjir dan tanah longsor melanda beberapa daerah di wilayah tersebut, serta di Jakarta dan Banten, sejak Malam Tahun Baru, yang telah menewaskan lebih dari 30 orang dan lebih dari 170.000 orang mengungsi.

Dilansir dari The Jakarta Post, Sabtu, 4 Januari 2020, dalam Peraturan Gubernur No. 362 / KEP.13-BPBD / 2020 itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan status darurat akan tetap berlaku sampai 7 Januari 2020.

Warga berdiri di dekat mobil yang rusak setelah banjir di Cimareme, Bandung Barat, Jawa Barat, pada 1 Januari 2020. [Foto: Antara / Novrian Arbi]

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana tanah longsor untuk enam (6) daerah di Jabar. Enam daerah tersebut yakni Kab. Bandung Barat, Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kab. Karawang, Kab. Indramayu, dan Kota Bekasi. 

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jawa Barat Hermansyah mengatakan bahwa status tanggap darurat tersebut bertujuan untuk mempercepat mitigasi bencana di beberapa wilayah provinsi.

“[Dengan status darurat] menyelamatkan dan memindahkan para korban dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Kami juga harus memberi mereka kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, layanan kesehatan, air bersih, sanitasi, tempat tinggal dan layanan psikososial, ”kata Hermansyah di Bandung, Jumat, 3 Januari 2020.

Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tentang cuaca ekstrem pada minggu-minggu pertama bulan Januari yang akan melanda beberapa daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat.

Ilustrasi banjir. [Foto: Unsplash]

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Jawa Barat, Jakarta dan Banten naik menjadi 53 orang pada Sabtu pagi, 4 Januari 2020, 30 orang di antaranya berada di Jawa Barat.

Kabupaten Bogor mencatat korban terbanyak di provinsi ini dengan 16 orang, sementara sembilan lainnya meninggal di kota Bekasi.

“Kami berharap masyarakat di Jawa Barat meningkatkan kesadaran mereka akan bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Ini penting untuk mengurangi jumlah korban dan jumlah kerusakan, ”tambah Hermansyah.

Di akun Instagram resminya, @ridwankamil, Ridwan mengatakan pemerintah sedang berusaha menyelesaikan bendungan Ciawi dan bendungan Sukamahi untuk mengurangi potensi banjir di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

View this post on Instagram

(Mohon maaf sebelumnya ada kekeliruan ilustrasi foto dari tim grafis di postingan sebelumnya) BENDUNGAN CIAWI DAN SUKAMAHI progresnya sudah 45 persen. Salah satu solusi engineering penanganan banjir Jabodebek yaitu dengan membangun 2 Bendungan dari dana APBN kerjasama Kementrian PUPR dan Pemprov Jawa Barat. Jika selesai fungsi 2 bendungan ini Insya Allah akan signifikan mengurangi potensi banjir di Jabodebek. Pembangunan bendungan Sukamahi misalnya, Bila rampung nanti, bakal mengurangi potensi banjir cukup besar. Pembangunan bendungan Sukamahi akan bermanfaat sebagai pengendalian banjir, yang terletak di Desa Sukamahi, Kab Bogor. Volume tampungan bendungan sebesar 1,68×10,6 juta meter kubik. Dengan luas genangan maksimum 10 hektar Progres sudah 45 persen. Pembebasan lahan sudah 90 persenan. Doakan bisa selesai secepatnya dan kita semua bisa merasakan manfaatnya. Aamiin.

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Ridwan mengatakan kedua bendungan itu dibangun 45 persen. Konstruksi sedang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggunakan uang negara.

Ridwan mengatakan, Bendungan Sukamahi di Bogor, misalnya, akan dapat mengurangi banjir. Bendungan menelan biaya Rp 464,93 miliar dan reservoir akan menggenangi maksimum 10 hektar.

“Kemajuan telah telah mencapai 45 persen. Pembebasan lahan telah mencapai 90 persen. Tolong doakan agar segera selesai dan kita semua bisa menikmati manfaatnya, ”katanya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Comments

0 comments

Salah Kaprah! Ini Dia Mitos Mengenai Hipotermia

Hati-hati, Ini Penyakit yang Siap Mengintai Generasi Milenial