in

Kenapa Makanan Manis Bisa Bikin Mood Langsung Happy? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Ada alasan biologis dibalik makanan manis yang membuat bahagia itu

CakapCakap, Jakarta – Saat kamu merasa lelah atau sedih, lalu seketika merasa lebih baik setelah menikmati sepotong cokelat atau segelas minuman manis yang dingin. Pernahkah kamu merasa demikian? Nah, fenomena ini sering kita sebut sebagai mencari comfort food. Menariknya, rasa lega tersebut bukan hanya sekadar sugesti, melainkan ada proses biologis nyata yang terjadi di otak kita.

Kenapa Makanan Manis Bisa Bikin Mood Langsung Happy? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Makanan manis bisa membuat mood kamu menjadi bahagia. Ada alasan biologis di balik hal tersebut. [Ilustrasi: CakapCakap]

1. Sinyal Alami Tubuh untuk Energi

Manusia secara alami memang “diprogram” untuk menyukai rasa manis. Hal ini karena rasa manis merupakan sinyal bahwa makanan tersebut mengandung kalori yang bisa diubah menjadi energi dengan cepat. Dalam penelitian di International Journal of Molecular Sciences (2022), Sunil Kumar Sukumaran dan Salin Raj Palayyan menjelaskan bahwa rasa manis adalah sinyal biologis penting bagi tubuh. Saat lidah mendeteksi rasa manis, otak langsung memberi respons positif yang membuat kita merasa nyaman dan ingin mengulangi pengalaman tersebut.

2. Gula dan Hormon Kebahagiaan (Dopamin)

Alasan utama mengapa gula terasa begitu memuaskan adalah karena kemampuannya memicu pelepasan dopamin, yaitu zat kimia di otak yang mengatur sistem reward atau rasa senang.

Sebuah studi menarik dari Molly McDougle dkk. yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism (2024) menemukan fakta baru: sinyal bahagia ini ternyata tidak hanya dikirim oleh lidah, tetapi juga oleh usus. Tubuh kita mengenali gula sebagai sumber energi di dalam sistem pencernaan, lalu mengirimkan perintah ke otak untuk memperkuat rasa senang. Inilah alasan mengapa makanan manis sering kali membuat kita ketagihan.

3. Terbentuknya “Peta Kesenangan” di Otak

Saat kita makan sesuatu yang manis, area pleasure di otak akan aktif dan menyimpan memori tersebut sebagai pengalaman indah. Jadi, saat kita merasa stres di kemudian hari, otak secara otomatis akan “mengingatkan” kita untuk mencari makanan manis demi mendapatkan kembali rasa senang tersebut.

4. Tetap Jaga Keseimbangan

Meski efektif sebagai mood booster instan, konsumsi gula berlebihan punya sisi gelap. Jika sistem reward terus-menerus dibombardir gula, tubuh bisa menjadi kebal dan menuntut porsi gula yang lebih banyak lagi untuk mendapatkan efek bahagia yang sama. Dalam jangka panjang, hal ini berisiko menyebabkan berat badan kamu berlebih hingga diabetes.

Referensi & Sumber Artikel:

Cell Metabolism (2024): Separate gut-brain circuits for fat and sugar reinforcement

International Journal of Molecular Sciences (2022): Taste Receptor Repertoire and Dietary Habits

Healthline: How Sugar Affects Your Brain

Catatan Disclaimer:

Penting: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti saran medis profesional. Perasaan bahagia dari gula bersifat sementara dan tidak bisa menggantikan penanganan kesehatan mental profesional. Selalu perhatikan asupan gula harian kamu sesuai rekomendasi dokter, terutama jika kamu memiliki riwayat diabetes atau kondisi metabolisme lainnya.

Awali Hari dengan Sehat: Inilah Deretan Kebiasaan Pagi untuk Turunkan Kolesterol

Awali Hari dengan Sehat: Inilah Deretan Kebiasaan Pagi untuk Turunkan Kolesterol