in ,

Luar Biasa! Nenek Berusia Seabad Terjun Payung, Tujuan Aksinya Patut Diacungi Jempol

CakapCakap – Apa yang terlintas di benak Cakap People saat mengetahui usia seseorang sudah seabad? Pasti bayangkan sudah begitu renta dan mengira sudah pikun. Tapi jangan salah penilaian pada nenek satu ini. Seorang nenek 102 tahun, Irene O’Shea asal Australia tengah menjadi perbincangan.

Hal ini dikarenakan aksinya sebagai penerjun payung perempuan tertua di dunia. Wanita ini terbang dari ketinggian mencapai 14 ribu kaki. Aksi Irene ketika memecahkan rekor pada Minggu 9 Desember 2018 ditemani oleh SA Skydiving yang merupakan salah satu perusahaan terjun payung dari Adelaide.

Persiapan nenek Irene sebelum terjun payung via saskydivin.com.au

Aksi terjun payung yang dilakukan oleh Irene ternyata bukan yang pertama kali dia lakukan. Menurut SA Skydiving, ulang tahun Irene yang ke 100 merupakan tahun di mana Irene mulai akrab dengan terjun payung atau tepatnya pada tahun 2016 yang lalu.

Aksi sebagai penerjun payung tertua di dunia tersebut tidak hanya untuk menguji kekuatan serta mental dari Irene. Namun, nenek berusia 102 tersebut juga ingin mendedikasikan aksinya kepada sang putri yang telah tiada.

Putri Irene telah meninggal 10 tahun yang lalu karena menderita penyakit Motor Neurone. Irene merasa jika tahun 2018 ini merupakan tahun yang tepat untuk mengumpulkan sumbangan ke Motor Neurone Disease Assosiation of South Aurstralis.

Momen nenek usia 102 tahun lakukan terjun payung via thesenior.com.au

Dengan melakukan terjun payung tersebut, Irene berharap dapat mengumpulkan uang hingga sepuluh ribu dollar Australia. Uang tersebut selanjutnya akan didonasikannya untuk lembaga yang dimaksud.

Menurut SA Skydiving, terjun payung yang dilakukan pada hari Minggu kemarin berjalan dengan lancar. Hal ini ditulis oleh SA Diving pada postingan di halaman resminya. Irene sendiri melakukan terjun payung dengan Instruktur Jed Smith.

102-year-old woman becomes oldest skydiver in the world

RECORD-BREAKER: This 102-year-old woman became the oldest skydiver in the world with a charity jump from 14,000 feet after losing her daughter to Motor Neurone Disease. https://abcn.ws/2RKINKF

Posted by ABC News on Monday, December 10, 2018

Irene dan Smith melakukan terjun payung di SA Skydiving’s Langhorne Creek Dropzone. Keduanya sempat merasakan terjun dengan kecepatan 136 mil per jam sebelum parasut terbuka. Sebagai bentuk dukungan kepada nenek berusia seabad itu, pihak keluarga pun menantikannya di bawah.

Terjun payung atau skydiving merupakan salah satu olahraga ekstrim yaitu terjun dari pesawat menggunakan parasut sebagai pengamannya. Dalam melakukan olahraga ekstrim satu ini, ada syarat yang berlaku seperti halnya kondisi kesehatan serta batasan usia.

Hal yang dilakukan oleh Irene dengan usianya yang tidak muda lagi, tentunya menjadi hal yang luar biasa. Terlebih dengan tujuannya yang mulia yakni untuk mengumpulkan uang untuk kemudian dia donasikan. Apa yang sudah dilakukan Irene ini patut diapresiasi dan semangatnya patut kita tiru ya, Cakap People! Benar-benar sosok wanita pemberani dan juga peduli sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Sering Insomnia? Coba Dengarkan 4 Lagu Pengantar Tidur Berikut!

Bahaya Kesehatan Ini Akan Mengancam Jika Kamu Terlalu Banyak Tidur