in ,

Ya Ampun, Pasangan Bule Ini Tertipu Beli Durian Seharga 6 Juta!

Sebuah kejadian pahit menimpa pasangan turis yang sedang berkunjung ke Singapura. Pasangan bernama David dan Nicol ini tergiur oleh bau harus durian saat mereka sedang berwisata, kemudian mereka memutuskan untuk menghampiri salah satu penjual durian di Wonderful Durians, Sim Avenue, Singapura.

David dan Nicol tak curiga saat penjual durian memilihkan durian untuk mereka. Penjual mengatakan bahwa durian yang ia jual sangat murah dan mereka bisa memilih durian mana yang ingin dibeli. Semuanya manis dan rasanya legit, ungkap penjual.

Turis tertipu saat beli durian seharga 6 juta via bintang.com

Baru saja Nicol hendak mengiyakan dan menanyakan lebih jelas soal harga durian, tiba-tiba sang penjual langsung membelah durian tersebut. Ia meletakkan kedua belahan durian ke timbangan kemudian memindahkan ke keranjang.

‘Untuk 20 kg durian ini, aku menjualnya seharga Rp 6 juta’,” ungkap si penjual yang dilansir dari The Stomp. Tentu saja pasangan bule ini kaget begitu mengetahui harga yang dipatok oleh penjual. Bahkan mereka sempat mengira bahwa penjual ini hanya bercanda. Mungkin, maksudnya Rp 600 ribu saja.

Tapi saat David membayar dengan e-money, pedagang tersebut benar-benar mengambil uang sebasar Rp 6 juta untuk durian tersebut. Merasa kesal dan marah, pasangan bule ini meminta penjual untuk mengembalikan uangnya. Namun permintaan ini ditolak penjual dengan alasan bahwa durian sudah terlanjur dibelah.

Saking kesalnya, Nicol dan David membagikan cerita pahitnya ini di sosmed dan menjadi viral. Mereka juga manambahkan bahwa durian 6 juta yang mereka beli rasanya biasa saja, bahkan lebih enak durian yang harganya 200 ribuan saja.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ini Alasan Kenapa Kebanyakan CEO Tidak Rendah Hati

Laporkan Keluhan? Yuk Lewat Aplikasi LAPOR dan SODARATA